Industrialisasi dan Bayang Pencemaran Lingkungan yang Selalu Menghantui

Industrialisasi Bayang Pencemaran Lingkungan

Industrialisasi dan Bayang Pencemaran Lingkungan yang Selalu Menghantui

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

Kegiatan industri memang selalu identik dengan limbah dan pencemaran lingkungan, bagai pedang bermata dua.

Thexandria.com – Istilah Industrialisasi dapat merujuk pada kondisi perubahan sosial ekonomi yang mengubah sistem pencaharian masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Industrialisasi juga merupakan bagian dari proses modernisasi dimana perubahan sosial dan perkembangan ekonomi erat hubungannya dengan inovasi teknologi.

Inovasi di bidang industri memang menghasilkan banyak hal, mulai dari bungkus plastik yang sederhana, pakaian, hingga gadget berteknologi canggih. Kegiatan industri dengan segudang produknya memang menarik dan hampir dipastikan pada akhirnya semua industri menjadi semakin gemuk hingga merambat pesat sampai ke pelosok daerah.

Sejak jaman dahulu kala manusia terus bertahan hidup dengan memanfaatkan alam sebagai penopang kehidupan manusia. Hingga sekarang manusia benar-benar melihat alam jauh lebih dari itu. Kini fokus manusia tidak lagi tertuju pada alam seadanya melainkan telah berinovasi dan menghasilkan sesuatu yang baru yang disebut teknologi. Tanpa disadari, perkembangan industrialisasi telah memberikan kita banyak kemudahan, namun demi kemudahan itu membuat manusia lupa untuk memperhatikan pencemaran lingkungan yang terjadi.

Baca Juga Kalian Disarankan untuk Tidak Banyak Tingkah (Kecuali Good Looking)

Semenjak revolusi industri hingga sampai di tahap sekarang, manusia telah fokus ke bidang-bidang teknik yang lebih rumit dan kompleks yang disebut mesin. Semakin hebat suatu teknologi seharusnya semakin sedikit limbah sisa produksi dan semakin rendah efek buruknya terhadap lingkungan, namun realita adalah sebaliknya. Atas nama kemajuan dan keuntungan ekonomi, perkembangan dari industrialisasi dengan beragam teknologi canggih malah perlahan menggerogoti keseimbangan alam.

Barangkali yang terburuk adalah kita tidak dapat menghambat laju pertumbuhan tersebut. Memang industrialisasi dapat membawa angin segar bagi kemajuan manusia. Banyak pihak diuntungkan, namun tak jarang kita mendengar kabar lingkungan yang mengalami degradasi akibat limbah industri.

Meskipun kegiatan industri juga memberikan dampak positif diantaranya menambah lapangan kerja, menambah devisa negara, meningkatkan pendapatan masyarakat. Di balik itu semua kegiatan industri juga memberikan dampak negatif, dampak tersebut dapat berupa dampak langsung terhadap lingkungan hidup dan dampak tidak langsung. Dampak tidak langsung berupa permasalahan sosial diantaranya adalah urbanisasi, kriminalitas, serta masalah sosial dan budaya.

Sementara dampak langsung industrialisasi terhadap pencemaran lingkungan yang terjadi meliputi masalah kerusakan lingkungan hidup akibat pembangunan, penebangan hutan, kepunahan spesies flora dan fauna karena kerusakan habitat, polusi air dan udara akibat limbah industri, penghancuran terumbu karang, pembuangan sampah yang tidak terkontrol, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim serta peningkatan suhu dunia.

Baca Juga Menengok Kembali Kasus Tumpahan Minyak Di Laut dan Dampaknya Terhadap Lingkungan

Tumpaham Merkuri Teluk Minamata Jepang
Teluk Minamata

Masih teringat dalam ingatan kita tentang kasus pencemaran air yaitu tragedi Minamata di Jepang. Limbah merkuri dibuang di teluk Minamata dalam jumlah besar oleh sebuah perusahaan kimia. Merkuri tersebut mencemari ikan-ikan yang hidup di teluk Minamata yang mana merupakan sumber makanan utama masyarakat setempat, bahkan burung-burung dan hewan peliharaan pun ditemukan sakit karena terkontaminasi. Hal tersebut telah merusak ekosistem dan menurunkan kualitas lingkungan hidup. Banyak warga terkena penyakit cacat fisik dan kelainan. Tragedi ini menyebabkan banyak orang yang meninggal dan menderita karena terkontaminasi merkuri.

Secara sadar atau tidak, di balik suburnya industrialisasi ada pencemaran lingkungan yang mungkin selama ini luput dari pandangan. Kita tau bahwa kerusakan lingkungan telah mendorong perubahan iklim yang pesat yang dimanfaatkan pihak Industri. Bermunculan teknologi industri memberi solusi dari masalah yang muncul akibat industri itu sendiri. Padahal peran tersebut dapat dilakukan oleh lingkungan secara alami.

Sumber mata air mengering dan sungai-sungai telah tercemar, air bersih diperjual belikan bahkan terus meningkat harganya. Udara segar berkurang karena pohon-pohon sudah ditebang, polusi udara menggangu sistem pernafasan melahirkan tabung-tabung oksigen yang dijual eceran. Kesejukan sudah tidak ada sebab hutan di sekitar rumah telah beralih fungsi menjadi pemukiman sehinga pendingin ruangan laris manis di pasaran. Kekeringan berbulan-bulan meyebabkan paceklik dimana-mana, menuntut teknologi hujan buatan yang di import pun mahal harganya.

Belum lagi bencana demi bencana yang timbul karena pembalakan liar, ilegal logging, dan pembakaran hutan. Kita harus mengeluarkan uang yang lebih atas dampak negatif industrialisasi agar bisa mengatasi dan menanggulangi bencana yang seharusnya tidak terjadi.

Baca Juga Melihat Fenomena Letusan Gunung Api Lumpur Kesongo di Blora

Kegiatan industri memang selalu identik dengan limbah dan pencemaran lingkungan, bagai pedang bermata dua. Satu sisi menguntungkan secara ekonomi sementara sisi lain kegiatan industri “membunuh” secara perlahan.

Tentu kami tidak bertujuan untuk menentang industrialisasi sebagai musuh, melainkan hanya ingin mengingatkan, bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna dengan pikiran yang mampu bernalar. Sehingga seharusnya dapat menjaga kualitas lingkungan hidup tetap baik sembari mengembangkan industri demi kehidupan yang lebih baik.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.