Ia Menemu Nasib

ia menemu nasib

Ia Menemu Nasib

Oleh Adi “Bokir” Perdiana

Eyang guru berkata pada ia cepatlah temui nasib

Ia pergi dengan kapal kayu layar sendiri

Pimpin sendiri, perintah diri sendiri

Meskipun nasib jauh di pulau sebrang

Jadilah ia nahkoda kapal kayu yang mencumbui ombak lautan ganas tanpa tahu cara berenang

Siapa yang tahu nasib tidur dalam 1001 mimpi yang tak ada habisnya

Lantas ia di atas kapal kayu masih mesra dengan laut

Awan beriak, petir berhambur, angin bertumpah

Ia menebas badai dengan kapal kayu, memotong hingga sepenggal dua penggallah jaraknya dengan pulau nasib

Belum sampai ombak sepohon kelapa menghantam

Sebatang kayu menembus lumbung retak, air berlarian di kapal kayu

Ia menghilang ditelan lautan malam itu

Dan nasib tak jua terbangun

Baca Juga: Pemintal Sepi

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.