Good at Falling, The Japanese House; Album yang Membuat Saya Jatuh Cinta Sejatuh-jatuhnya

Good at Falling, The Japanese House

Good at Falling, The Japanese House; Album yang Membuat Saya Jatuh Cinta Sejatuh-jatuhnya

Penulis Suci Jayanti Tadjri | Editor Rizaldi Dolly

“Gila, gue kayaknya pengin nikahin Amber Bain, deh!” kalimat yang biasa teman-teman saya dengar kalau ada musisi yang emang ‘ajaib’ di telinga. Sejak kapan, ya, mulai mendengarkan The Japanese House? Sekitar tahun 2016, Cool Blue, salah satu lagu di EP Clean mulai menyapa manis kedua telinga saya.

Menjadikan hasil eksplorasi Youtube yang memang membuat saya beruntung mengetahui ada musik yang.. bahkan untuk menjelaskannya dengan kata-kata saja susah. Kalau ada kata-kata yang bisa mendeskripsikan The Japanese House—nostalgic, beauty, sad, hopeful are the right words, kali, ya?

The Japanese House alias Amber Bain lahir di Buckinghamshire, United Kingdom, memulai karir di tahun 2015 dengan mengeluarkan EP Pools to Bathe in dan juga EP Clean di tahun yang sama. Kemudian, Swim Against the Tide di tahun 2016 dan Saw You in a Dream di tahun 2017 lalu mulai debut album pertama berjudul Good at Falling di tahun 2019.

13 lagu yang dikeluarkan di dalam Good at Falling membuat saya jatuh cinta sejatuh jatuhnya—salah satu album terbaik di tahun 2019, menurut saya. Dimulai dengan Went to Meet Her dan diakhiri dengan I Saw You in a Dream yang dikemas berbeda dengan Saw You in a Dream sebelumnya—lebih ‘halus’ dan lebih ‘manis’.

Bain membawa the dizzying highs of love, onto the anxiety inducing pre-breakup and the crushing heartache of it all ending di dalam album Good at Falling—bisa dibilang, album ini menemani masa-masa percintaan hingga patah hati saya di pertengahan tahun 2019.

Terlebih untuk lagu Lilo, f a r a w a y, dan You Seemed So Happy—silakan ke platform musik kesayangan Anda jika ingin mendengarkannya, because I don’t wanna talk about my breakup in details.

Kembali lagi kenapa tulisan ini diawali dengan kalimat “Gila, gue kayaknya pengin nikahin Amber Bain, deh!”—perempuan yang usianya setahun di atas saya ini membuat hari benar-benar ‘terisi’.

Bagaimana tidak? Setelah meluncurnya debut album Good at Falling, saya seperti diberi ‘makan’ melalui nada, lirik, dan suara yang Bain hasilkan dari track pertama hingga akhir, hampir setiap harinya. Bain menunjukkan kedewasaannya di sini, lebih jujur juga—terlihat dari lirik-lirik yang ia ciptakan.

“I became more open and I found things easier to talk about, and it was just reflected in the lyrics that I was writing. I kind of just lost a sense of privacy or desire to hide anything, much to the annoyance of my friends and family and ex-girlfriends,” katanya, ketika diwawancarai oleh Euphoria. Saking jujurnya, di lagu Lilo, Bain mengajak mantan pacarnya, Marika Hackman sebagai bintang di musik video tersebut—di lagu yang mengisahkan tentang hubungan mereka.

“I didn’t really feel like I had opened up about my sexuality because I wouldn’t be able to tell you which songs [before “Lilo”] had female pronouns. When my ex-girlfriend was in the music video I wasn’t really thinking People are going to know that I’m gay,’I was thinking ‘Oh god, people are going to see that my ex-girlfriend is in the music video, I was worrying more about that situation than the whole gay thing.”—yang membuat fans merasa Bain was coming out dan mulai terbuka dengan seksualitasnya.

Album Good at Falling layaknya scrapbook pengalaman dan kenangan-kenangannya Bain—dimana jokes bersama teman-teman, kekasih, referensi pop culture, kejujuran, kedewasaan hingga tekanan sosial menjadi kesatuan di dalam album ini.

Baca Juga: Melepas Emosi dan Memeluk Diri di Malam Puisi

Bahkan Bain juga menunjukkan sisi rapuh di lagu Everybody Hates Me, yang mana berbicara tentang deep self-hatred setelah semalam menenggak alkohol dikarenakan ‘ini’ dan ‘itu’. Begitu related dengan apa yang dialami orang-orang—kadang saya juga begitu. Dengan setiap lagu yang dirilis membuat bond di antara Bain dan  pendengarnya terasa lebih dekat.

Mendengarkan The Japanese House seperti diberi seisi hati dan pikirannya Amber Bain—di semua sisi indah dan paling mengerikan. “That’s kind of the point, isn’t it? Of writing songs and releasing your own music, it is giving away a part of yourself.”

Dan karena itu, Bain menciptakan suara surgawi, penuh warna, dengan lirik yang mampu menarik sanubari pendengarnya.

“Because I’m banging on about being an anxious, depressed human being, I guess other people know that they’re not the only anxious, depressed human beings, that’s nice. And also then that means that I know I’m not the only one either.”- Amber Bain, The Japanese House.

Saya akan bilang, sekali lagi, Good at Falling adalah salah satu album terbaik versi saya di tahun 2019.Amber Bain is a f*****g genius, I said what I said!

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.