Dukun-dukun Peru Coba Intervensi Pilpres AS, Dukun Indonesia Enggak Join?

Dukun-dukun Peru Coba Intervensi Pilpres AS, Dukun Indonesia Enggak Join

Dukun-dukun Peru Coba Intervensi Pilpres AS, Dukun Indonesia Enggak Join?

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Rizaldi Dolly

Bukankah Indonesia memiliki semboyan tak resmi? ‘membunuh tanpa menyentuh’?

Thexandria.com – Dukun. Apa yang terlintas di pikiran kamu ketika mendengar kata dukun? Orang sakti, paranormal, sobat ghaib, Ki Joko Pintar, atau praktisi supranatural?

Semua nama pada hakikatnya memiliki satu kemiripan. Dukun, adalah orang-orang yang dipercaya mampu memberi kesembuhan ataupun petaka melalui dimensi tak kasat mata.

Di negara-negara maju, mayoritas penduduknya termasuk skeptis sama hal-hal begituan. Berbanding terbalik dengan negara-negara berkembang, dengan tingkat pendidikan yang masih terbilang rendah, akan sangat mudah menemukan tahayul-tahayul di masyarakat. Sakit kepala sedikit, dituding kena santet. Orang kaya, dibilang pesugihan. Orang jatuh cinta, dibilang kena pelet.

Indonesia, mungkin adalah salah satu negara di dunia yang sangat amat amat kaya dengan khazanah perdukunan.

Setiap daerah di Indonesia memiliki mitos kesaktiannya sendiri. Bahkan, adapula ilmu magis yang diyakini mengandung unsur positif. Jadi, tak melulu bersifat negatif.

Baca Juga Nasihat Sontoloyo untuk Ahok agar Tak Lagi Gaduh

Dunia perdukunan di Indonesia, dalam prakteknya, nyaris selalu berkecimpung pada aktivitas sosial di masyarakat semata. Lingkup adu saktinya, biasanya melayani orang yang sakit hati atau orang sakit yang mencari kesembuhan.

Dan di musim politik, adapula ditemukan calon kepala daerah atau calon legislatif yang meminta hoki pada para dukun. Supaya menang.

Dunia perdukunan dan politik, adalah dua hal yang sejauh ini, masih bertautan. Klenik di Indonesia masih sebatas “campur tangan di kancah perpolitikan lokal”. Apakah hebat? Belum.

Dunia klenik Indonesia, semestinya berani untuk ekspansi ilmunya ke kancah politik internasional. Go international.

Contohlah Peru. Negara di Amerika Selatan ini, juga memiliki dunia klenik yang enggak kalah nyentrik. Dukun-dukun di Peru, bisa dibilang, lebih berkelas dari dukun-dukun domestik Indonesia.

Mereka (dukun-dukun Peru) berani untuk tampil meng-intervensi Pilpres di AS.

Dalam ritualnya, mereka menggunakan asap dupa, bunga, serta tidak lupa foto target ilmu mereka: Donald Trump dan Joe Biden.

Sambil menyanyikan dan meniup instrumen cangkang Andes tradisional, para dukun Peru yang mengenakan pakaian warna-warni itu menyerukan “Pachamama”, atau ibu bumi, agar Pilpres di AS berlangsung dengan damai, tanpa serangan atau sihir apa pun di antara para pesaingnya.

Selama ritual, para dukun, yang sebagian mengenakan ponco dan jubah Andes, menggosok tanaman obat, buah-buahan, dan bahkan ular hidup pada foto Biden dan Trump.

Para dukun ini ternyata juga memiliki perbedaan sikap politik. Mengutip Reuters, kepala dukun, Ana María Simeón, selama ritual yang diadakan di sebuah ruangan remang-remang di sebuah bangunan tua di pusat kota Lima, mengaku mendukung Biden. Dia mengatakan, Biden telah mengalami serangan magis.

“Itulah sebabnya kami membersihkannya, kami telah melihat bahwa mereka menyerangnya dengan sihir, dengan boneka hitam, dengan boneka voodoo mereka membayangi untuk mengeluarkannya,” ucap Ana.

Sementara di lain pihak, Pablo Torres, salah seorang dukun utama di Peru menyatakan dukungannya pada Trump. Torres mengatakan, dia akan turut membantu Trump untuk bisa memenangkan pemilihan umum AS dengan kemampuan yang dia miliki.

“Energi yang bagus untuk Tuan Donald Trump. Mengapa? Karena dia pantas. Dia butuh energi yang bagus, getaran yang baik dari para pengikutnya. Kami adalah pendukung pria itu. Dia akan menang; dia adalah seorang pemenang,” ungkapnya.

Dukun Indonesia Tak Boleh Diam

Dukun Indonesia
Dukun Indonesia

Melihat bagaimana para dukun di Peru terbelah dalam adu kesaktian, guna memenangkan salah satu calon presiden pada pilpres di AS. Seharusnya, dukun-dukun di Indonesia tak boleh tinggal diam.

Begini, pemilu AS akan sangat mempengaruhi kondisi geopolitik global, dan itu semua akan sangat bergantung dengan siapa yang mengambil kebijakan; alias siapa Presiden AS.

Para dukun di Peru, setidaknya, telah turut serta dalam arah geopolitik global. Secara tidak langsung. Secara ghaib. Mereka berani mengambil sikap. Berani membuktikan bahwa ilmunya mampu melampaui batas teritorial negara.

Masa dukun-dukun Indonesia terima gitu aja? Masa dukun-dukun Indonesia tidak tergerak sedikitpun untuk juga ikutan menentukan arah geopolitik global? Dimana harga diri perklenikan kita? Dimana?!

Baca Juga Sudah Saatnya Kita Meninggalkan Jokes “Abang Tukang Bakso, Bawa Walkie Talkie”

Belum jelas mengapa kancah perdukunan Indonesia sejauh ini belum terlibat dalam pilpres AS. Mungkin saja, para dukun terbentur kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Jadi harus netral.

Walaupun sebetulnya, itu bukan masalah besar. Toh, dunia klenik bergerak tanpa terlihat?

Bukankah Indonesia memiliki semboyan tak resmi? ‘membunuh tanpa menyentuh’?

Ayolah, naik kelas sedikit. ‘mempengaruhi tanpa menyentuh’.

Saran penulis, para dukun Indonesia lebih baik berkonsolidasi terlebih dahulu. Kemudian, kedepankan asas demokrasi di dalamnya. Setiap dukun, harus memiliki hak untuk bebas memilih, ilmunya diperuntukan untuk siapa. Tak boleh ada kebuntuan politik di dalamnya. Dibebaskan saja, yang mana dukun kubu Biden, yang mana dukun kubu Trump.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.