Drama Korea, Aku Jatuh Cinta!

drama korea startup poster thexandria

Drama Korea, Aku Jatuh Cinta!

Penulis Clarenza Adela | Editor Dyas BP

“Dalam hidup, orang-orang mengalami kecelakaan. Mereka juga tersesat. Ini akan sulit, namun pasti ada jalan keluar jika kita berusaha.”

Crash Landing on You

Thexandria – Terakhir kali aku nonton drama Korea pada 2013 yang mana nontonnya di RCTI dan judul dramanya adalah ‘Mr. Goodbye’. Itu pun cuma sekitar 14 episode dengan sensor-sensor ngeblur kalo ada adegan atau gambar tertentu yang sebenarnya biasa aja. Udah nonton di TV, kena sensor pula. Sangat kurang memuaskan. Setelah drama itu berakhir tayang, aku sudah nggak pernah nonton drama Korea lagi sampai pada suatu hari di tahun 2020.. tujuh tahun kemudian..

Selama kurun waktu tujuh tahun itu aku sudah sama sekali nggak pernah nonton TV yang intens dengan cara nyalain TV lalu duduk beberapa jam. Sama sekali nggak pernah. Namun, selama kurun tujuh tahun itu aku nggak pernah berhenti denger teman-teman di sekitarku yang suka Korea berhenti menonton drama Korea. Dan parahnya lagi, mereka selalu bilang bahwa drama Korea itu bagus-bagus banget. Aku sama sekali nggak ada keinginan untuk nonton dan terpengaruh. Entah kenapa. Jadi, aku sama sekali gak tahu perkembangan drama Korea, artis Korea, dan segala hal berbau Korea sejak 2013. 

Setelah aku sadari, rupanya aku nggak berminat dengan dunia drama Korea karena akses untuk nonton yang aku miliki terbatas. Di rumah cuma ada TV tabung dan ada, sih TV LED tapi isinya channel Indonesia yang sinetron lah, reality show settingan lah, dan lain-lain. Lalu, waktu 2013-2015 di rumahku tidak ada WIFI, coy. Jadi kalo mau pake WiFi harus ke toko orang tua dan numpang WiFi sama ruko sebelah toko. Kemudian DVD player di rumah juga nggangur karena gak punya kaset serta gak ada waktu buat beli kaset drakor yang oke. Apalagi Netflix belum semudah sekarang. 

Baca Juga Bisnis Kuliner Rumahan yang Menarik dari “Sementara Kitchen”

Kalo kita nggak ada akses buat bersentuhan dengan suatu budaya, tentu kita tidak akan tahu dan tidak memiliki minat untuk mencari lebih dalam tentang budaya tersebut. 

Sampai pada suatu hari di tahun 2020 pada bulan Maret pertengahan kampusku memutuskan untuk melakukan perkuliahan secara daring sampai batas waktu yang nggak ditentukan karena merebaknya pandemi COVID-19 sampai ke Indonesia (sekarang makin parah btw). Lalu, pada suatu hari kalo gak salah di bulan Mei atau Juni, aku dan beberapa teman dalam organisasi kampus lagi rapat nih. Eh, di akhir rapat pada bahasa drakor yang bagus menurut mereka. Jujur aku pingin leave karena gak tau harus ngomong apaan. Terakhir kali nonton 2013 bok. Lalu satu orang kawan merekomendasikanku, “Coba deh nonton Itaewon Class, bagus banget”. Klise. Semua orang yang nonton drama Korea selalu bilang begitu. Tapi kali ini aku kalah 1-0. Aku mulai nonton karena saking bosennya di rumah mulu.

Dan hasilnya…

GILA INI DRAKOR BAGUS AMAT YAK. [ngegas]

Plotnya gak disangka-sangka tapi nilai moralnya banyak banget. Terus soundtrack-nya ajib enak banget dikuping syahdu sekali. Fix aku kepincut. Lalu aku lanjutin nonton Its Okay Not To Be Okay, Parasite (ini film Korea), Record of Youth, Reply 1988, dan masih akan berlanjut dengan drama Korea selanjutnya. Kesimpulannya, memang bener drama Korea sekeren itu. Apalagi kalo starring-nya terkenal kayak Park Seo-Joon, Park Bo-gum, dan Kim Soo-Hyun, pasti bakalan ngebuat drama Korea yang ditonton jadi lebih seru.

Salah satu scene di serial drama Reply 1988

Terbaru, ada serial drama berjudul Start Up yang cukup banyak meraup pujian di arus sosial media. Drama yang sudah tayang pada 17 Oktober 2020 ini dibintangi oleh aktris dan aktor besar seperti Bar Suzy, Nam Joo Hyuk, Kim Seon Ho dan Kang Han Na. Kisah tentang seorang pemilik usaha bernama Seo Dal Mi yang diperankan oleh Bae Suzy, seorang mahasiswi yang bekerja paruh waktu dan punya mimpi untuk menjadi seperti Steve Job. Setelah drop out dari kampusnya, Dal Mi pun ingin membangun perusahaannya sendiri dan membutuhkan biaya 90 ribu dolar AS sebagai modal usaha. Sisi lain, ada Nam Do San yang diperankan oleh Nam Joo Hyuk, seorang pria pendiri startup bernama Samsan Tech. Sayangnya, perusahaannya tak pernah menguntungkan sehingga berdampak buruk pada reputasinya sebagai pengusaha. Alur cerita yang menyajikan dilema kehidupan, dunia percintaan, justifikasi sosial hingga karir dalam pekerjaan begitu relate dengan yang dialami millenials belakangan ini, keren sih.

2020 ini jadi tahun yang mana aku gak nyangka bakalan nonton drakor dan jatuh cinta pula sama drakor. Habis nonton drama Korea aku jadi inget keluarga, teman-teman, cinta, kegagalan, keberhasilan, semangat hidup, dan kerja keras adalah bagian dari kehidupan yang sangat penting dalam keseharian. Asli, drama Korea mengubah beberapa aspek pola pikirku. Kayaknya gara-gara itu juga aku jadi suka nonton sekarang karena haus akan pesan-pesan yang disampaikan—terlepas faktor para pemeran yang ganteng dan cantik. Paling gak, aku jadi lebih gak kutu buku semenjak nonton drama Korea lagi. Its like finding my love again gitu feel-nya. 

Dan tentu ada motif lagi kenapa aku semakin semangat nonton drama Korea yakni buat memperlancar kemampuan Bahasa Korea. Jadi 2019 aku enroll ke kelas bahasa Korea gitu. Tapi aku merasa stuck dan bosen aja gitu. Sampai pada 2020 kelasku berakhir dan aku memutuskan buat nggak lanjutin dulu. Pingin aja belajar bahasa lewat film, musik, dan drama yang bagus-bagus ini. Semoga bisa deh ya.

Aku pikir ini cuma permulaan. Aku nggak tahu kedepan bakal gimana. Apa aku bakal suka drama Korea terus? Akankah aku berpaling ke telenovela? Akankah drama Korea membantuku dalam belajar Bahasa Korea? Akankah aku menjadi pacar Park Bo-gum? Pacar rahasia Park Seo-Joon (halu anjayy wkwk)? Aku gak tahu. Just enjoying the series and of course, the beautiful-angelic soundtracks.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.