Dibawa Kesana Kemari oleh ‘Notes on a Conditional Form’ The 1975

The 1975

Dibawa Kesana Kemari oleh ‘Notes on a Conditional Form’ The 1975

Penulis Suci Jayanti | Editor Rizaldi Dolly

Sempat mengalami dua kali penundaan perilisan album, The 1975 akhirnya berhasil merilis album ke-4 yang bertajuk Notes on a Conditional Form pada 22 Mei 2020 lalu. Album yang berisi 22 lagu tersebut sebelumnya telah dilepas dan diperdengarkan beberapa seperti Frail State of Mind dan Me & You Together Song. Seiring mendekati hari perilisan NOACF pada 22 Mei—Healy, Adam, Ross, dan George juga menggelar listening party album-album mereka sebelumnya di kanal Spotify dan Twitter The 1975 setiap Jumat dini hari waktu Indonesia.

The 1975 Band

Sebelum mengenal lebih jauh album Notes on a Conditional Form, alangkah baiknya berkenalan dulu dengan band yang membuat album ciamik ini. The 1975 adalah band pop rock, new wave, synth-pop, indie pop, indie rock, electropop, alternative rock, rhythm blues, dan funk rock yang dibentuk pada tahun 2002 di Wilmslow, Cheshire, England. Band ini sebelumnya tampil dengan nama Me and You Versus Them, Forever Drawing Six, Talkhouse, The Slowdown, Bigsleep, dan Drive Like I Do sebelum menetap dengan nama The 1975. Terdiri dari Matthew Healy sebagai vokalis (kadang sambil main gitar juga), Adam Hann yang main gitar, Ross MacDonald yang betot bass, dan George Daniel yang gebukin drum.

Memulai karir sebagai band di sekolah kemudian menelurkan EP bertajuk Facedown di tahun 2012—membuat titik karir The 1975 secara ‘resmi’ dimulai. Menyusul EP lainnya; Sex rilis di bulan November dan tahun yang sama juga EP Music for Cars dan EP IV di tahun 2013. Album pertama The 1975 yang diberi nama The 1975 juga sukses diterima pendengar secara apik pada saat itu, kemudian selang tiga tahun—The 1975 kembali menelurkan album ke-2 yang bertajuk I Like It When You Sleep, for You Are So Beautiful Yet So Unaware of It di tahun 2016 dengan 17 lagu di dalamnya. Rekaman di studio ternyata tidak cukup untuk The 1975 sehingga merilis DH00278 (Live) di tahun 2017—yang mana berisi penampilan secara langsung yang dikemas menjadi sebuah album debut live. Masih tidak cukup dengan 2 album, kembali di bawah naungan Dirty Hit dan Polydor Records—Matty dan kawan-kawan merilis album ke-3 yang bertajuk A Brief Inquiry into Online Relationships di tahun 2018 dengan total 15 lagu.

Dibawa Kesana Kemari oleh The 1975

Notes on a Conditional Form menjadi album ke-4 The 1975 yang dirilis tepat seminggu yang lalu, berisikan 22 tracks yang menurut gue; mau dibawa ke mana, sih? In a good way, tho!

Album NOACF diawali dengan track berjudul The 1975 yang memuat speech tentang climate change oleh aktivis berusia 16 tahun, Greta Thunberg. “That first track always has to be us checking in. That got us into the conversation of what is the most modern statement, or who has the most modern statement, and Greta was the decision. I think it sounds like how a lot of us feel,” ungkap Matty, dikutip dari situs Genius.

Kutipan pidato Greta, “So, we can no longer save the world by playing by the rules. Because the rules have to be changed. Everything needs to change, and it has to start today. So, everyone out there, it is now time for civil disobedience. It is time to rebel!” menjadi penutup sekaligus ‘melepas’ amarah melalui transisi gila yang bersambung ke track selanjutnya yaitu People.

Notes on a Conditional Form

Wake up, wake up, wake up” tegas Matty mengawali lagu ke-2—yang mana awalnya I thought it was Suicide Silence’s song dengan vokal Matty yang alus. But, no, People has another energy in it. “It was the feeling of oppressive, conservative religion. I think that it’s about fear and apathy and referencing how annoying responsibility can feel” kata Matty mengenai lagu People.

Selain transisi-transisi gila di dalam album NOACF, bunyi-bunyian yang disuguhkan membuat gue bertanya-tanya “Ini bunyi apa, sih? Enak banget!” atau “Lah, jadi beda banget vibes dari satu lagu ke lagu lainnya”—membuat album ini terasa kaya sehingga pantas saja ketika lo nge-search The 1975—banyak banget aliran yang disebutkan di sana.

Baca Juga Sebuah Analisa dari Orang Awam Soal Amy Dunne di Film Gone Girl; Psikopat kah?

Kemudian diakhiri dengan dua lagu termanis dalam album ini; Don’t Worry dan Guys—mengajak sang Ayah, Tim Healy untuk menyanyikan bersama lagu Don’t Worry, “Looking back, in the way that [this album] is about me and my family and my life, it just felt right [to do a version of the song]. It was written 30 years ago, and it’s me and my dad singing—that was just a really special moment. He’s a good songwriter, my dad” – Matty, dikutip dari situs Genius.

Sementara, lagu Guys memperlengkap kehangatan setelah 21 lagu sebelumnya mengudara, seperti dipeluk erat banget setelah mengarungi berbagai petualangan dan lo berterima kasih atas pelukan itu. “We’ve been a band since we were 13, and they’re my best friends. And we’ve never fallen out. It’s a really true song. They’re the thing that gives me purpose,” tutup Matty Healy.

Hadirnya 22 lagu di dalam album Notes on a Conditional Form The 1975, menjadi medium para penikmat musik—para penggemar The 1975 atau yang baru saja mau mengulik band yang satu ini. Sengaja tidak membeberkan isi 22 lagu di dalam tulisan ini karena you better hear it by yourself. Hihi!

It’s a mix on so many and you can feel—so, feel it.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.