Detektif Partikelir Boyamin Saiman, Sebut Harun Masiku Sudah Meninggal

Boyamin Saiman Sebut Harun Masiku Meninggal

Detektif Partikelir Boyamin Saiman, Sebut Harun Masiku Sudah Meninggal

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Rizaldi Dolly

Menurut Boyamin, informasi itu diberikan bukan oleh informan sembarangan

Thexandria.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum juga bisa menangkap politikus PDIP, Harun Masiku, yang terlibat kasus korupsi suap KPU terkait pergantian antarwaktu anggota DPR. Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, punya analisis sendiri kenapa Harun belum juga terendus keberadaannya apalagi tertangkap. Yakni Harun Masiku disebutnya sudah meninggal dunia.

Boyamin menyebut informasi itu ia jamin akurat karena didapat dari jaringannya yang mantan intelijen. Yang lebih mengejutkan, kemungkinan besar, menurut dia, Harun Masiku dibunuh.

Mengutip pernyataan dia dalam sesi wawancara di akun youtube, Karni Ilyas, Karni Ilyas Club. Di video dengan judul BOYAMIN SAIMAN “DETEKTIF PARTIKELIR” HARUN MASIKU SUDAH MENINGGAL !? Boyamin bercerita soal keyakinannya tersebut.

Boyamin sendiri dulu pernah memberikan informasi soal lokasi keberadaan Djoko Tjandra saat berstatus buron. Kini Djoko Tjandra sudah ditangkap.

Baca Juga Selain Harun Yahya, Ini Beberapa Hukuman Penjara Terlama di Dunia

Diketahui, beberapa kali Boyamin menyampaikan ada dugaan Harun Masiku telah meninggal. Karni Ilyas, bertanya soal pandangannya tersebut.

“Jaringan saya menyebutkan Harun Masiku sudah tidak ada atau meninggal tanda kutipnya, tidak tahu seperti apa,” ucap Boyamin.

Menurut Boyamin, informasi itu diberikan bukan oleh informan sembarangan. Dia menyebut jaringannya itu jaringan terbaiknya. “Jaringan terbaik saya loh. Jujur ada beberapa pensiunan di lembaga intelijen. Beberapa mengatakan ke saya, itu (Harun) sudah meninggal,” katanya.

Dia mengatakan tidak ada pembantahan atau informasi lain. Sehingga, dia meyakini hal tersebut. “Yakin karena tidak ada informasi sebaliknya kan. Kalau bicara keyakinan boleh. Kalau mengatakan, ‘Itu sudah meninggal,’ salah. Bisa dituntut keluarganya,” ujarnya.

“Ada dua orang yang mengatakan. Pensiunan itu (intelijen), yang bisa akses ke beberapa jaringan. (Harun) sudah nggak ada,” katanya lagi.

Diduga Dibunuh

Karni Ilyas lalu bertanya apakah Boyamin sudah mengonfirmasi informasi tersebut kepada keluarga Harun Masiku. Bonyamin menyebut belum dengan beberapa pertimbangan.

Nggak (konfirmasi). Saya dengar teman di Makassar, (Harun) relatif sudah jarang pulang ke Makassar. Komunikasi tidak intens. Katanya loh,” ucapnya.

“Saya tidak tega bertemu keluarganya karena semakin, misal itu tak ada kabar, persepsi saya sudah meninggal, membuat mereka sedih,” sambungnya.

Setelah itu, Karni Ilyas bertanya jika Harun Masiku sudah meninggal, meninggalnya karena sakit, atau dibunuh. Boyamin menduga Harun dibunuh oleh seseorang. “Persentase lebih banyak ke yang kedua (dibunuh). Karena umurnya di bawah saya. Track record (dari) teman, (Harun) tak pernah sakit,” ucapnya.

Tapi, Boyamin tidak menyebut siapa yang membunuh Harun. Dia mengaku belum mendapat informasi.

“Detektif swasta saya belum mampu harus omong siapa. Masyarakat bisa menduga-duga siapa. Biarlah imajinasi liar di otak kita masing-masing,” ucapnya

Jejak Kasus Harun Masiku

Harun Masiku

Harun berhasil lolos dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8 Januari 2020. Saat itu, KPK hanya berhasil menangkap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan tujuh orang lainnya.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan Harun berada di luar negeri ketika terjadi OTT. Harun sempat melancong ke Singapura pada 6 Januari.

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Arvin Gumilang pada 13 Januari menyebut Harun belum kembali ke Indonesia. Namun, faktanya Harun sudah kembali ke Indonesia pada 7 Januari atau sehari sebelum KPK menggelar OTT.

Kepulangan Harun ke Indonesia diungkapkan langsung oleh Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Ronny Sompie. Atas selisih keterangan itu Kemenkumham berdalih terjadi kerusakan sistem imigrasi sehingga Harun dan ratusan penumpang saat itu tak tercatat dalam data kedatangan. Ronny Sompie lantas dipecat.

Keterangan Sompie soal kepulangan Masiku diikuti oleh keterangan KPK yang mengaku sudah mengetahui Harun berada di Jakarta sebelum OTT.

Lembaga yang dipimpin Firli Bahuri Cs itu bahkan sudah mengendus keberadaan Harun di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta, saat melakukan operasi senyap.

Duduk perkara kasus Harun, adalah Harun Masiku diduga memberi suap ke Wahyu Setiawan agar bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Keimas yang lolos ke DPR dari Dapil Sumatera Selatan I, namun meninggal dunia.

Ia diduga menyiapkan uang sekitar Rp850 juta untuk pelicin agar bisa melenggang ke Senayan. KPU telah menetapkan Riezky Aprilia, kader PDIP lainnya sebagai pengganti Nazarudin.

Pada 7 Januari, KPU sudah menolak permohonan PDIP untuk menetapkan Harun menggantikan Nazarudin dan tetap memutuskan Riezky sebagai penggantinya.

KPK menetapkan Harun, Wahyu Setiawan, mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan kader PDIP Saeful Bahri sebagai tersangka. Kasus ini juga turut menyeret nama Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Sebulan Harun hilang, Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan pihaknya masih terus berupaya mencari keberadaan mantan politikus PDIP itu. Ia pun meminta kepada masyarakat memberi kesempatan

Di tengah pencarian Harun, proses hukum terhadap tersangka lain tetap bergulir. Dalam kasus ini, Wahyu Setiawan divonis 6 tahun penjara dan denda Rp150 juta subsidair 4 bulan kurungan.

Kemudian Agustiani Tio Fridelina divonis 4 tahun penjara ditambah pidana denda yang sama dengan Wahyu. Sedangkan kader PDIP Saeful Bahri divonis 1 tahun 8 bulan dan denda Rp150 juta subsidair empat bulan kurungan.

Saat para tersangka lain telah divonis bersalah, Harun masih menjadi misteri. Ia benar-benar tak terendus KPK, yang mengaku sudah melakukan berbagai cara untuk membawanya ke Kuningan.

Apakah Harun akan berhasil ditangkap atau menjadi legenda sampai Firli dan kawan-kawan mengakhiri masa tugasnya pada Desember 2023. Atau jangan-jangan Harun memang sudah tinggal nama seperti yang diungkapkan oleh detektif partikelir Boyamin Saiman?

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.