Deftones dan Sisi Depresif Nu Metal 90-an

Deftones dan Sisi Depresif Nu Metal 90-an

Thexandria.com – Deftones dan Sisi Depresif Nu Metal 90-an

Penulis Dernandri Frimal | Editor Rizaldi Dolly

Belakangan ini saya lagi getol mendengarkan musik dari kota Seattle, sebut aja seperti Alice In Chains, Pearl Jam, Soundgarden, Stone Tample Pilot, Silverchairs dan tidak lupa juga Nirvana. Sampai-sampai saya membuat playlist yang saya namakan SeattleSound/BestOf. Tujuannya sih nggak ada, biar saya lebih mudah mencarinya saja.

Namun, setelah hampir selama 2 minggu mendengarkan lagu-lagu tersebut, kemudian saya berinisiatif untuk mencari band baru dengan feel musik yang tidak beda jauh dari band-band tersebut, ya.. paling tidak dari segi lirik dan komposisi musik yang nggak beda jauh.

Saat sedang gencarnya mencari di platform musik online yang hampir seluruh dunia gunakan—saya malah menemukan satu band yang sangat jauh dari ekspetasi saya. Yap, Deftones! Awalnya, saya pikir genre dari Deftones ini sendiri adalah rock/alternatif atau punk hardcore, malah saat melihat album mereka yang berjudul ‘Gore’ saya pikir ini band dengan genre citypop.

Namun, setelah saya putar salah satu lagunya yang berjudul Change, saya malah dibuat moodswing dikarenakan lirik dari band tersebut terkesan sangat depresif. Saya berinisiatif untuk memilih salah satu album yang bakal saya dengarkan secara keseluruhan untuk mengetahui maksud dan tujuan band ini apa—maksud saya, kepada pasar mana sebenarnya band ini ditujukan.

Siapa yang pada tahun 2000 mau mendengarkan lagu yang isinya kurang lebih tentang ketergantungan narkoba, depresif dan juga kecemasan berlebih? Siapa yang mau? Belum lagi di tahun segitu fenomena emo lagi fame dikalangan remaja.

Sebut saja MCR, The Red Jumpsuit Apparatus, The Used, Fall Out Boy, Taking Back Sunday, Finch dan juga Simple Plan yang menduduki tangga lagu puncak dunia pada saat itu. Tapi kerennya, band-band ini malah berhasil survive, sebuah anomali, atau malah, sebuah idealisme yang menolak tergerus skena musik kala itu.

Saya mendengarkan satu lagu dan mulai terbawa, dua lagu—“hmm, oke, saya mulai meragukan kalau langit berwarna biru dan mulai meyakini bahwa malam adalah sebuah parade dari keterpurukan.” Dan sampai ke lagu terakhir, saya benar-benar terbawa kesuatu keadaan dimana kelam adalah satu-satunya tempat untuk berpulang.

Dikarenakan lirik dan musik yang mereka bawakan sungguh sangat berbeda dari band nu metal kebanyakan. Besides, Mostly band-band yang beraliran nu metal yang sebelumnya saya dengar lebih mementingkan isu sosial atau tentang keyakinan—sebut saja band seperti Slipknot, Limp Bizkit, Korn, Mushroomhead, Distrubed, dll.

Sebenarnya, Deftones tidak beda jauh, sih, dari Korn—kita sebut saja Deftones seperti Korn tapi versi yang lebih dark dan mellow. Perbedaan yang paling mencolok ada dicara bernyanyi sang vokalis yaitu Chino Moreno. Tidak seperti Limp Bizkit yang nge-rap atau slipknot yang melakukan growl diselingi dengan clean vokal—Chino Moreno lebih memilih untuk melakukan mumbling atau berbisik kecil, lalu saat di bagian reff nada sedikit ditinggikan.

Khusus di album mereka yang berjudul White Pony—hampir semua lagu mereka menceritakan tentang depresi, kecemasan yang berlebihan, ketergantungan obat-obatan dan juga rasa sakit hati yang sangat berlebihan terhadap suatu hal. Tapi perbedaan besar yang saya lihat adalah penulisan lirik dari sang Chino Moreno yang lebih lugas dan seenaknya saja.

In case, dia jenius. Chino mencoba menggambarkan betapa menakutkannya berada di antara manusia yang lain, betapa dia membeci orang-orang yang ada di sekitarnya dan betapa memercayai manusia adalah tindakan yang bodoh.

Di track pertama yang berjudul Back to School ada penggalan lirik yang seperti ini:

“You think we’re on the same page – but, oh we’re not!”

“Cause back in school, we are the leaders of it all”

Chino Moreno berhasil menggambarkan betapa dia sangat membenci orang-orang yang sok tahu tentang dirinya dan betapa dia membenci orang-orang yang selalu membandingan Deftones dengan band nu metal lainnya.

Oh well, dia akan membenci saya.

Untuk komposisi musik, mereka berhasil menjadi titik balik dari album-album sebelumnya. Di album mereka yang berjudul Around the Fur, mereka lebih memainkan sound music yang raw dan distorsi yang lumayan berat, namun untuk album White Pony mereka berhasil mengambungkan beberapa jenis musik—seperti post rock, alternative metal dan juga rap.

Di album ini mereka berhasil menggambungkan beberapa influence seperti shoegaze, new wave dan juga dream pop yang terasa di setiap ambient di lagu tersebut.

Nah, salah satu lagu yang perlu kalian dengarkan di album ini adalah Change: House Of Flies—menjadi salah satu lagu hits yang berhasil melambungkan nama Deftones. Di lagu ini, sang vokalis menggambarkan betapa dia sangat mengagumi seorang mantan kekasihnya yang ia gambarkan dengan seorang anak kecil yang sedang beranjak dewasa.

Baca Juga: Peradaban dari .Feast, Membuat Saya Menyelami Konsep ‘Anarki’

Chino Moreno berusaha menggambarkan bahwa dia sempat tertarik dengan satu gadis katolik yang sangat dia kagumi dan berhasil menarik hati si wanita itu. Namun, Chino merasa bersalah karena sudah merusak gadis itu dan berusaha menyakiti dirinya sendiri karena mendapati rasa bersalah yang sangat dalam.

Dapat ditemukan di potongan lirik “I look at the cross and i look away give you the gun blow me away”. Di album ini, Chino Moreno ingin memberitahukan bahwa menyaksikan orang yang kita cintai—entah itu pasangan, teman, atau anggota keluarga berubah menjadi negative adalah hal yang paling buruk dan sangat menyedihkan.

Jadi, yang bisa saya ambil dari album mereka yang berjudul White Pony ini adalah untuk saling peduli dan peka terhadap orang lain dan mengingat penyakit mental itu ada di sekitar kita—dan cobalah untuk lebih merangkul dan mendengarkan agar mereka tidak merasa sendirian.

Tidak ada salahnya menjadi “wadah” untuk mereka bersandar, untuk saling berkeluh kesah, atau mau membuat band seperti Deftones saja?

Sumber Foto: Zain Sinjay

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.