Deactivate Instagram untuk Kesehatan Mental, Bukan Melulu Karena Galau

Deactivate Instagram untuk Kesehatan Mental Bukan Melulu Karena Galau-Thexandria

Deactivate Instagram untuk Kesehatan Mental, Bukan Melulu Karena Galau

Penulis Suci Jayanti | Editor Rizaldi Dolly

Rehatlah jika lelah

Thexandria.com – Siapa, sih, yang tidak kenal sosial media? Tiap bangun tidur langsung nge-check, sebelum tidur nge-check, sambil boker pun nge-check—apalagi buat kamu yang memang pekerjaannya di ranah mencari informasi dari sumber bernama media sosial atau bahkan sudah menjadi hiburan tersendiri disaat penat datang. Tapi pernah tidak ngerasa, “Aduh, udah, ah, main Instagramnya..” dan malah memilih untuk deactivate your social media right away. Kemudian parahnya malah dituduh “Lo galau, ya? Instagramnya kok enggak ada..” sama teman-teman. Lalu, apakah menghapus media sosial benar-benar berdampak sesuatu akan kesehatan mental kamu?

​Jadi, begini.. memang, media sosial itu diliputi hal-hal yang kurang baik, pun sebaliknya—banyak sekali hal-hal baik dan bisa dipelajari dari media sosial. Kalau kamu merasa baik-baik saja saat bermain media sosial atau scrolling down Instagram; ya, berarti kamu memang baik-baik saja dengan foto-foto dan tweets yang meramaikan timeline kamu. Tetapi, jika melihatnya membuatmu stres bahkan membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain; mungkin itulah saatnya kamu rehat dari media sosial. Simak keuntungan rehat dari media sosial, yuk!

Meditasi
Gambar hanya ilustrasi

Membantumu Mendapatkan Kualitas Tidur yang Baik

​Dikutip dari Bank of America, sebuah survey mengatakan bahwa lebih dari 71% orang dewasa meletakkan ponsel pintarnya tepat di sebelah kepala saat mereka tidur—yang membuat kualitas tidur bahkan bisa membahayakan kesehatan. Dilansir juga dari National Sleep Foundation bahwa cahaya dari ponsel kamu bisa menganggu produksi melatonin—hormon yang bertanggung jawab membantumu untuk tidur. Melihat konten dari media sosial di malam hari tepat sebelum kamu tidur bisa juga menghasilkan kecanduan yang ujung-ujungnya bikin kamu kehilangan kualitas tidur terbaik yaitu 8 jam. Dengan rehat dari ponsel pintarmu atau meletakkan jauh-jauh sebelum tidur; dipastikan bisa membantumu untuk tidur lebih cepat.

Bisa Memprioritaskan Interaksi Secara Langsung

​Seorang profesor dari Europe Business School yang berspesialisasi di bidang media sosial mengatakan bahwa penggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter yang berlebihan terhubung dengan hal-hal seperti kesepian, isolasi diri, hingga depresi. Media sosial memang sebuah alat hebat yang bisa membantumu untuk tetap berhubungan dengan teman-teman dan keluarga akan tetapi secara berlebihan menggunakan media sosial—dengan mengorbankan interaksi langsung dapat berdampak negatif pada kesejatheraan hubungan.

Membantu Meredakan Kecemasan

​Menurut penelitian, penggunaan media sosial yang berlebihan dikaitkan dengan hal-hal buruk—seperti kecemasan yang tinggi, rendahnya kualitas hidup, dan depresi. Namun, di sisi lain juga para ahli memperingatkan hasil ini hanya korelasional—yang berarti adanya hubungan antara pengguna dan hal-hal buruk tersebut dan tidak selalu bahwa media sosial menyebabkan hal-hal buruk terjadi. Menanggapi pesan singkat, email dan kotak masuk di media sosial secara berlebihan juga berdampak pada kesehatan mentalmu. Rehat di akhir pekan sangat disarankan demi kenyamanan dirimu.

Membantu Menghindari FOMO (Fear of Missing Out)

​Keuntungan lain dari rehat media sosial adalah menghindari FOMO alias ketakutan akan ketinggalan hal-hal hits yang dilakukan netizen. Memang, kelebihan dari media sosial adalah mampu menyajikan informasi terkini, namun terkadang ada sebagian orang yang akan stres jika FOMO mulai menghampiri. FOMO berjalan dua arah, bagi sebagian orang, menghindari media sosial secara aktif  dapat membuat FOMO sendiri—misalnya khawatir akan ketinggalan atau kehilangan momen besar dari teman-teman yang dibeberkan di media sosial atau tidak ikut mengucapkan selamat ulang tahun di Instagram story seperti teman-teman lainnya.

Membuatmu Mengingat Kembali Hal-hal yang Kamu Ingin Lakukan

​Begini, kalau kamu meluangkan waktu secara berlebihan untuk satu hal (dalam konteks ini kita berbicara tentang penggunaan media sosial yang berlebihan) maka akan berkuranglah waktu untuk melakukan hal lainnya. Dengan mengistirahatkan sejenak gadget kamu atau libur di akhir pekan—bisa membantumu untuk kembali melakukan hal-hal yang tertunda dan mungkin kamu sukai sehingga dapat meredakan stres akibat penggunaan media sosial yang berlebihan.

Baca Juga: Mengenal Apa itu Sun, Moon, dan Rising Sign. Kalau Kamu Apa?

Sebagai penutup, inti di atas berisi hal-hal yang lumayan sering terjadi di masyarakat. Namun, jika kamu merasa nyaman dengan tingkat penggunaan media sosialmu dan membuatmu menjadi pribadi yang kreatif, maka lanjutkanlah. Jika tidak, maka kamu perlu mempertimbangkan untuk mengubah gaya hidupmu dalam menggunakan media sosial. Tidak harus meninggalkan semuanya, istirahat di akhir pekan itu sudah cukup, kok.

Rehatlah jika lelah, paksaan akan suatu hal yang men-distraksi, tak lebih dari ‘pengekangan diri’—yang tak akan membawa kita kemana-mana.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.