Critical Story Membawa Kita Berdamai dengan Keluh dan Penat Lewat Single “Growing Up”

critical story

Critical Story Membawa Kita Berdamai dengan Keluh dan Penat Lewat Single “Growing Up”

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Rizaldi Dolly

Berdiri sejak tahun 2014 di kota Malang, Jawa Timur. Critical Story berhasil menetaskan EP Album ‘Limitless” ditahun 2017 dan single “Ekspektasi terhenti” ditahun 2019. Belum cukup dengan itu, band yang digawangi Ridho pada gitar dan vokal, Dicky pada bass, dan Satria Bima pada drum, ditanggal 19 April 2020 kemarin merilis single terbaru berjudul “Growing Up”. Kabarnya single ini adalah salah satu lagu di album baru nya mendatang.

Jika mengingat era Ep Album Limitless, memang berbeda sekali dengan single terbaru berjudul Growing Up ini. Eksplorasi mulai terdengar, seperti Progresi chord yang berbeda dari lagu lagu sebelumnya, beat drum yang lebih groovy, Hingga power vocal yang lebih terasa. Seakan memberi angin segar untuk penikmat musik mereka.

“Kami menggarap album ini dengan lebih maksimal dari Ep album kemarin, mencoba memasukkan refrensi baru, dan melakukan sesuatu yang belum pernah kami lakukan di lagu-lagu kami sebelumnya.” Ujar Ridho Vokalis band yang bergenre poppunk tersebut. Terlihat semakin berusaha untuk memaksimalkan album nya, Critical Story menggandeng Bogy Satya drumer Sharkbite sebagai music director di album baru mereka ini. Menurut Bima, dengan adanya keterlibatan music director mampu memberi metode baru dalam membuat lagu mereka yang sekarang. Sehingga eksplorasi lebih mudah didapat dan single ini adalah salah satu hasilnya.

Lirik lagu berbahasa inggris ini memberi pesan kepada semua orang yang pernah mengalami kegagalan. bahwa dalam hidup harus menyatu dan menghadapi kegagalan itu. Sehingga mampu membuahkan suatu proses untuk menjadi lebih baik kedepannya.

Lagu berdurasi dua menit ini dikemas dengan cukup apik dengan video lirik berhias dokumentasi perjalanan mereka yang bisa kalian nikmati di chanel youtube Critical Story.

Quarter Half Crisis

Setelah kami mendengar “Growing up”, yang pertama kali kami tangkap adalah sebuah ‘keberanian’.

“Growing up” sendiri menurut kami lebih dari sekedar pesan untuk bangkit ditengah kegagalan.

Melainkan juga sebuah pengertian akan waktu yang—sialnya memang berjalan sangat cepat. Dan ditengah dimensional waktu dalam hidup kita, semua orang suka tidak suka juga akan bertumbuh.

Mengingat semakin muda usia kita, perspektif kita dalam melihat dunia juga terbatas dan nyaris selalu naif. Kita merasa bahwa dunia akan berjalan sesuai apa yang kita inginkan, begitu mudah dan hebat.

Kemudian disinilah kenapa kami katakan ‘sialnya waktu berjalan begitu cepat’. Problema dan hambatan yang meng-akumulasi kekecewaan kadang bisa menyebabkan paranoia.

Sedang disatu sisi, kenyataan tak bisa dirubah.

Apa yang ingin kami katakakan adalah; Critical Story melalui “Growing Up” akan mengajakmu untuk menerima segala keluh dan penat. Untuk sebuah kesadaran, bahwa kekecewaan adalah bagian dari proses pertumbuhan. Dan berita baiknya adalah; kita akan didewasakan oleh semuanya! Dengan syarat, kita mau menerima apapun yang terjadi dalam hidup yang kita tempuh. “Growing Up” akan memberitau soal konsekuensi.

Baca Juga: ‘Afterlife//Home’ dari Ramandhika, Naldooo & SNNC; Romantika Ditengah Kekacauan

“Growing Up” kami rasa juga tidak hanya cocok untuk para remaja yang sedang mengalami krisis mimpi dan harapan, namun juga pas untuk orang dewasa yang tengah bertarung di fase half quarter crisis.

Karna bagaimanapun esensinya tetaplah sama, manusia akan terus dibenturkan dengan yang namanya tumbuh dalam kekecewaan. Dan ya! Maka terimalah.

Hadapi kenyataan, dan ketika kita semua memutuskan untuk menyelami konsekuensi dari bertumbuh? “Growing Up” juga memberi tahu bahwa we’ll be fine!

I know you feel confused

I know you feel so upset

Face the truth

And deal with that

Selamat bertumbuh!

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.