CintaNya Meluasi MurkaNya

CintaNya Meluasi MurkaNya

CintaNya Meluasi MurkaNya

Oleh Rizaldi Dolly

Disekujur ratapannya menengadah dikelabui nafsu

Segala minta diucap sambil pegal ber-tahiyat akhir

Dikepalanya ada segunung emas, jabatan tertinggi, cinta yang tunduk dan musibah yang menjauh

Visualisasi Tuhan sekilau mutiara menghampar dari timur sampai barat

Redaksional do’a ditutup dengan ‘amin’ yang rakus

Kemudian penduduk langit terheran-heran

“Mengapa manusia menghamba tanpa menghadirkan cintanya pada yang Maha Mencintai?”

Dan ingatlah tatkala nabi berkata, bahwasannya ada seorang pelacur yang memasuki surga lantaran memberi minum seekor anjing yang kehausan

Dan ingatkah tatkala nabi berkata,

Seorang ahli ibadah masuk neraka karena kesombongan di hatinya

Dan resapilah tatkala Rabiatul Adawiah menulis syair dalam lautan cinta;

“Ya Illahi! Jika sekiranya aku beribadah kepada Engkau karena takut akan siksa neraka,

maka bakarlah aku dengan neraka-Mu

Dan jika aku beribadah kepada Engkau karena harap akan masuk surga, maka haramkanlah aku daripadanya!

Tetapi jika aku beribadah kepada Engkau hanya karena semata-mata karena kecintaanku kepada-Mu,

maka janganlah, Ya Illahi, Engkau haramkan aku melihat keindahanmu yang azali”

Lalu penduduk langit juga berkata,

“Adakah mereka (manusia) tak mengambil pelajaran dari mereka yang pencinta, bukan pengharap, apalagi pendusta daripada cinta itu sendiri?”

Maka untuk kali yang pertama, seorang penghamba yang diselimuti nafsu-nya, tak kunjung mendapatkan apa yang ia minta

Ketika lelah dan kecewa menghinggap di pelupuk matanya, kerentaan menemani sisa usianya, terbaringlah lemah seorang diri ditengah keramaian dengan pakaian compang-camping

Ia angkat kembali tangannya,

“Aku meminta maaf atas semua ibadahku yang semu, sedang cinta ini kurasakan ketika aku sudah bagai seonggok daging yang akan membusuk”

“Maka benar firman-Mu, Cintamu melebihi murka-Mu, hari ini aku berserah diatas keberserahan yang paling pasrah, aku akan terus mendekapMu, dan jangan Kau campakan aku, Wahai Engkau yang mencipta Cinta dan Karsa”

Baca Juga Sajak Terakhir Kepasrahan

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.