Bukan Resolusi, Persiapan Pola Pikir Baru Untuk Tahun 2021

Pola Pikir Baru Menghadapi Tahun 2021

Bukan Resolusi, Persiapan Pola Pikir Baru Untuk Tahun 2021

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

Terimakasih 2020, Selamat datang tahun baru 2021.

Thexandria.com – Setelah melewati tahun yang sulit ini kita telah belajar banyak hal, cara belajar yang baru, pekerjaan baru, sikap sosial baru, adaptif terhadap kondisi baru karena covid-19 dan meskipun masalah pandemi belum selesai dengan kita, namun harus tetap semangat untuk memulai awal yang baru di tahun 2021 agar bisa lebih baik daripada tahun lalu adalah keharusan.

Berbicara soal tahun baru memang akan terasa seperti sayur tanpa garam bila tidak menyinggung masalah resolusi. Entah mengapa demikian, tapi hampir seluruh platform media sosial penuh dengan kata atau ungkapan mengenai resolusi setiap menjelang hingga awal tahun baru. Jika kita artikan resolusi itu sendiri sebagai sebuah goals baru, atau target, atau impian yang kebanyakan tak jauh dari mendapat jodoh, kenaikan pangkat, liburan, mobil, rumah baru dan lain sebagainya, mungkin saja resolusi itu penting.

Tapi mungkin banyak juga dari kita yang merasa bahwa resolusi tahun baru itu ilusi, alias tak nyata, alias tipuan semata, alias tidak penting. Tak heran sebenarnya, sebab dari cerita beberapa teman rupanya resolusi hanya sebagai bahan percakapan, dan terlupakan dalam beberapa waktu setelah ditetapkan.

Baca Juga Ngomongin Mantan, Mantan Lagi, Mantan Terus!

Maka saya beranggapan bahwa resolusi itu baik, tapi tidak terlalu penting apabila tidak dibarengi dengan aksi nyata untuk merealisasikannya. Mungkin kamu pernah dengar “resolusi saya untuk tahun 2020 adalah mewujudkan resolusi tahun 2019 yang tidak terwujud sejak tahun 2018” Sebenarnya ini adalah ejekan, bisa jadi ditujukan kepada orang-orang yang sok membuat resolusi menjelang tahun baru atau juga bisa ditujukan untuk diri sendiri. Sebuah ejekan yang menggambarkan bahwa banyak resolusi dibuat tapi tak kunjung tercapai karena berbagai hal, lupa, malas, atau keadaan yang tak bisa dipaksakan. Yang terakhir mungkin yang paling relate dengan kita semua, tahun 2020 ini banyak orang yang merasa takut, frustasi, terjebak dan tidak yakin dengan masa depan sebab keadaan pandemi yang secara tak langsung menambah beban stress di kepala. Banyak target tak tercapai karena keadaan ini, dan itu menjengkelkan.

Namun kehidupan memang unik, kadang membahagiakan kadang menjengkelkan, kadang senang kadang sedih. Kehidupan memang penuh ketidakpastian namun mengendalikan tindakan dan reaksi dengan tepat dapat  memandu langkah kita lebih baik. Sebab kita telah belajar banyak hal selama tahun 2020 ini. Tulisan ini akan menjadi bacaan ringan untuk menyegarkan pikiran dan bertujuan sebagai pengingat diri sendiri.

Dan bicara masalah resolusi sepertinya bisa dikesampingkan untuk saat ini dan kita bisa mulai dengan menciptakan pola pikir baru dan meninggalkan keburukan di tahun lalu demi tahun 2021 yang lebih happy.

gambar ilustrasi tahun baru 2021
gambar ilustrasi

Lebih Realistis

Kabar baik tentang vaksin covid-19 yang sudah mulai didistribusikan dapat mengubah segalanya, jika semua hal berjalan sesuai rencana mungkin pada 2021 sebagian besar kehidupan di dunia akan kembali berjalan dengan normal. Tetapi harus tetap realistis, tidak cukup bijak rasanya untuk berpikir bahwa semuanya akan kembali normal seperti sediakala sebelum covid-19 ditemukan. Rencana besar yang ingin dilakukan dapat dialihkan ke rencana-rencana yang lebih kecil, di sela-selanya mengisi waktu dengan membangun kebiasaan baik agar tercatat dalam jadwal harian demi kesehatan tubuh dan pikiran. Karena melakukan lebih banyak hal yang disukai dapat membuat seseorang merasa lebih hidup.

Bukan masalah besar jika tidak berharap terlalu banyak dari diri sendiri.

Bahagialah Sekarang Jangan Nanti

Banyak orang yang terjebak dalam penantian, menunggu kebagiaan di masa depan meskipun sebenarnya kebahagiaan itu dapat diraih sekarang juga. Mungkin kita tidak sadar bahwa kecemasan dan kekhawatiran itu datang diri kita sendiri yang mengkhayalkan masa depan yang membahagiakan. Sadarilah secara mendalam bahwa saat ini adalah satu-satunya waktu yang kamu miliki, baik masa lalu maupun masa depan tidak ada relevansinya jika tidak dapat menikmati momen yang kamu jalani sekarang.

Maka lebih bijak untuk hidup di waktu sekarang, bukan masa depan apalagi masalalu.

Menjalin Hubungan Berkualitas

Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, kita semua terhubung dan berkembang bersama. Interaksi dan bicara dengan seorang kenalan dapat meningkatkan perasaan senang yang pada akhirnya akan mengurangi stres yang mungkin kamu rasakan. Hubungi orang tua, saudara kandung, atau rekan kerja dan berbicara secara langsung. Beri mereka perhatian dengan pertanyaan setidaknya “Apa kabar?”

Membuat hubungan yang berkualitas dengan orang-orang dalam kehidupan kita dapat meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik. Karena pada intinya semua orang pasti memiliki perasaan ingin diperhatikan, maka melakukan sebuah interaksi pada seseorang dengan menunjukan perhatian semacam ini sangat layak untuk dilakukan.

Jadi biarlah masa depan datang dengan berbagai macam misteri. Biarkan hidup berjalan sebagaimana mestinya tanpa dibebani dengan berbagai harapan dan permintaan.

Terimakasih 2020, Selamat datang tahun baru 2021.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.