Bisnis Kuliner Rumahan yang Menarik dari “Sementara Kitchen”

Bisnis Kuliner Rumahan Sementara Kitchen

Bisnis Kuliner Rumahan yang Menarik dari “Sementara Kitchen”

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Rizaldi Dolly

it doesn’t matter how small or big your business is? You are still the boss!

Thexandria.com – Dunia usaha jelas memiliki peluang yang sangat terbuka bagi siapa saja. Namun, jangan lupa bahwa terdapat “sebuah konsesus tidak resmi” yang sadar atau tidak—-telah menjadi pakem tersendiri bagi mereka yang ingin menggelutinya.

Yang pertama, sebaiknya keputusan untuk memulai usaha dilakukan sejak usia muda. Biar punya pengalaman. Meanwhile, sekalian belajar langsung.

Yang kedua, banyak sekali variable yang harus dimiliki sebelum terjun ke dunia usaha. Banyak yang berkutat pada modal. Akan tetapi, jangan lupakan bahwa keberanian? Adalah sebuah prinsip yang harus lebih dahulu didapatkan. Ya, benar, keberanian dalam memulai.

Selain itu, banyak sekali bidang-bidang usaha yang bisa menjadi peluang untuk mendapatkan cuan. Namun, diluar banyaknya “peluang” tersebut, ada yang mengatakan bahwa usaha/bisnis yang tak pernah mati adalah kesehatan, pendidikan, dan kuliner.

Bisnis kuliner rumahan sementara kitchen balikpapan

Untuk usaha kuliner, tak bisa dipungkiri bahwa sekarang, di era kemajuan teknologi, para anak muda yang memiliki keberanian, berbondong-bondong memulai usaha kulinernya sendiri.

Dan yang menarik dari semua ini adalah: it doesn’t matter how small or big your business is? You are still the boss!

Thexandria menemukan sebuah kenyataan tersebut, dengan mewawancarai “Sementara Kitchen” yang baru saja merilis bisnis kuliner rumahan mereka.

Bersama Dhimas Pratama—-yang enggan disebut sebagai cheff dan lebih nyaman dianggap sebagai “yang bertanggung jawab di dapur”, kami sedikit mengupas keberadaan “Sementara Kitchen”.

Sementara Kitchen. Cerita awal bikinnya gimana dan kenapa namanya Sementara Kitchen?

Kalau dari gimana, awalnya Sementara Kitchen itu ide aku dan Adit (Aditya Darmawan) yang pengen ngikutin perkembangan makanan yg sedang hype di Balikpapan. Dan sebenarnya, awal mula rencana itu buat burger atau sandwich aja. Namun, seiring berjalannya waktu, kita jadi lebih mikir gimana makanan yang pasti di butuhin semua orang, dalam artian bukan cemilan. Nah, disitu kita kepikiran untuk buat semacam ricebox atau ricebowl yang kita lihat pada saat itu lebih punya peluang yang lebih besar dibanding dengan ide awal kita (burger atau sandwich).

Untuk kenapa namanya Sementara Kitchen, itu di cetuskan secara tidak sengaja sebetulnya. Jadi ketika kita berpikiran nama apa yg lebih cocok? Dimana kita tahu hype di balikpapan itu biasanya bertahan singkat alias sementara aja. Jadi kita berpikiran itu nama yang tepat untuk kita bisa merubah konsep yang bisa mengikuti perkembangan kuliner di Balikpapan.

Sementara Kitchen, karena kita hanya usaha rumahan, dan siapa tau? Besok kita bisa rubah dari Kitchen ke cafe atau rumah makan. Dan setelah itu Wawan (Kurniawan) masuk menawarkan sebuah kerjasama menarik. Dia berpartisipasi dengan “menghibahkan” ruko untuk produksi. Semacam kitchen sementara.

Pembagian tugas di tim kalian gimana?

Kalau tugas utama, sih, aku sebagai pembuat makanan dan menu, aku bertanggung jawab penuh di dapur. Adit sebagai desainer dan tim branding. Dan wawan lebih ke managemen dan keuangan. Kalau pengantaran pesanan, sementara kita masih yang antar dari rumah ke rumah.

Apa yang membuat kalian memutuskan buat terjun di usaha makanan?

Serupa dengan kata-kata yang sudah familiar bahwa makanan tidak pernah mati. Dan kita masih memiliki keyakinan itu.

Menu yang kalian sajikan apa aja?

Untuk sementara ini ada 3: beef bbq, chicken bbq, dan chicken sambal matah. Walaupun di tiap menu memiliki sambal matah, sih, bedanya tanpa saus bbq.

Untuk menu andalan itu beef bbq, karena itu menu paling matang dan menu yang pling banyak trialnya hahaha. Dan menu yang butuh proses berjam-jam.

Kamu sebagai yang bertanggung jawab di kitchen, dapat pengalaman masak dari?

Yang pasti ilmu dari kuliah di tata boga poltekba dan pengalaman kerja digrand hyatt bali.

Bisnis makanan, kan, sudah banyak banget, gimana kamu atau kalian ngeliat itu?

Aku, sih, cukup ngeliat dari pengalaman aku di bidang kuliner. Dan bagaimana cara kita untuk bertahan di masa sekarang ini. Dan memang sekarang, bisnis makanan rumah ke rumah memiliki peluang yang menarik menurutku.

Kalau mau pesan gimana caranya?

Kalau pesen bisa langsung hubungi kepoin dan dm di ig @sementarakitchen bisa request, kayak sambal dipisah atau hal-hal lain yang sekiraniya, masih bisa kita sanggupin.

Baca Juga Ketika Megawati Bertanya: Apa Sumbangsih Klean Anak Muda?!

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.