Beberapa Kondisi yang Membuat Kita Kangen Nonton Konser Pada Saat Ini

Kangen Nonton Konser di Masa Pandemi

Beberapa Kondisi yang Membuat Kita Kangen Nonton Konser Pada Saat Ini

Penulis Dyas BP | Editor Rizaldi Dolly

Nonton konser merupakan salah satu self-reward yang patut diagendakan.

Thexandria.com – Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir membuat beberapa rutinitas yang begitu asyik kita lakukan harus ditunda terlebih dahulu. Meskipun beberapa kegiatan saat ini sudah dilakukan pemberlakuan rutinitas normal, namun untuk pengadaan kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan massa dengan jumlah banyak masih enggan untuk diizinkan.

Jika sebelum adanya pandemi ini kita begitu bebas memilih film-film terbaru yang hadir di bioskop, maka ke-sumpekan saat ini hanya bisa dihilangkan dengan chill ditemani Netflix di rumah; yang mana sensasi menonton langsung di bioskop begitu sangat berbeda. Kangen nggak sih sama bisikan “All Around You..” sebelum film dimulai? Belum lagi, nonton ke bioskop adalah salah satu cara memberi warna dalam kehidupan percintaan. Jadi, alur cerita dalam berpacaran tak hanya sekadar makan, ngobrol, dan main ke kosan pacar—Lah, ngapain ke kosan pacar? Ya jelas ngebantuin nyapu lantai kosan dong, masa diskusi faham kiri.

Selain kangen nonton bioskop, saya melihat banyak sekali teman yang sambat kalau mereka sangat rindu menonton konser, baik band lokal maupun nasional. Banyak juga sih, yang nyebutnya dengan istilah ‘nge-gigs’, tapi apapun istilahnya, who the fuchin care! Sama aja. Memang, saat ini banyak sekali hadir virtual concert yang diselenggarakan dengan memanfaatkan banyak platform untuk berkomunikasi jarak jauh atau layanan streaming.

Di Semarang, Jawa Tengah, pemerintah kota memiliki gagasan untuk mengadakan pagelaran dengan konsep drive-in. Sama seperti bioskop drive-in, nantinya penonton akan menyaksikan konser dari dalam mobil masing-masing.

Namun, tetap saja atmosfer menonton konser secara langsung dengan konsep konser alternatif seperti yang disebutkan di atas sangatlah berbeda.

Effort untuk Membeli Tiket Konser

Sebelum menonton konser, pastinya kita harus memiliki tiketnya terlebih dahulu (kecuali konsernya diadakan secara free). Saat melihat poster dan flyer konser, terlebih yang bermain adalah band terkenal atau favorit kita, tentu antusiasme untuk menyaksikan konser tersebut sebagai penikmat musik akan sangat tinggi. Dengan upaya yang kita lakukan untuk bisa membeli tiket konser tersebut, tentu kita tidak akan sayang untuk mengeluarkan uang berapapun. Toh, harga tiket konser untuk band nasional sejauh ini masih di taraf normal. Bagi beberapa orang butuh waktu untuk menabung dan mengalokasikan uang-nya untuk sektor ‘menyenangkan diri sendiri’. Dengan kata lain, menonton konser merupakan salah satu self-reward yang patut diagendakan.

Dan, saat tiket sudah berada di tangan, sudah pasti tak sabar rasanya ingin cepat-cepat hari H untuk menyaksikan konser tersebut. Eh, pas hari H kerjaannya malah ngumpetin rokok di event produk rokok tetangga—jangan ditiru, ya!

Desak-desakan Itu, Lho..

Nonton Konser Berdesakan
Gambar hanya ilustrasi

Kondisi ini adalah salah satu yang nggak bisa banget untuk dihindari saat nonton konser. Sekalipun band lokal, pasti akan ramai saja venue acaranya. Jika band atau penyanyi bintang lima yang manggung, pasti akan sangat sesak saat acara berlangsung. Hal ini bagi sebagian besar orang tak menjadi masalah. Karena situasi ini lah yang membuat euforia konser sebegitu terasa meriahnya.

Sambil berteriak bersama penonton lain bernyanyi lagu yang dinyanyikan sang vokalis, hingga terkadang menguap karena ngantuk di tengah konser karena tidak sadar sudah tengah malam. Yang nonton bareng doi, si cowok pasti bisa deh curi-curi kesempatan bisikin ‘sesuatu’ di telinga si cewek saat memeluk dari belakang. Ke-uwu-an yang sebenarnya bisa dilakukan tapi masih nggak mainstream-mainstream banget. Oiya, tetap waspada ya, jangan sampai pelecehan seksual di tengah konser terjadi kembali.

Baca Juga: Mengenali Pelecehan Seksual di Kehidupan Sehari-hari dan Catcalling Bukanlah Sebuah Pujian

Bagi yang datang sebagai penggemar dan pecinta musik, pasti akan sangat menikmati setiap lirik yang dilantunkan. Terkadang situasi ini membangun emosional yang lebih besar jika dibandingkan dengan menonton dari layanan streaming. Bahkan pada suatu waktu, saya melihat beberapa penonton larut dalam haru saat Kunto Aji membawakan lagu Pilu Membiru yang menenggelamkan seisi venue. Dalam skena musik keras, penikmatnya begitu merasakan impact energi yang begitu besar dari lagu yang dibawakan. Hal inilah yang menghadirkan beberapa aktivitas seperti moshing, pogo, headbang, SKA-Dance hingga nge-chants dan wotagei untuk banyak penggemar skena musisi berkonsep ‘idol’.

Lebay? Tidak, itulah cara bagaimana menikmati sebuah konser/gigs, sobat.

Mengabadikan Momen

Jangan asing apabila melihat banyak handphone menyorot panggung saat menonton konser. Di zaman dengan teknologi yang sudah mampu merekam apa saja yang ada di depan mata, menjadikan konser juga wajib diabadikan. Beberapa acara memiliki regulasi yang tidak memperbolehkan aktivitas dokumentasi selama konser berlangsung, namun itu hanya sebagian kecil. Dokumentasi yang dilakukan penonton apabila dijadikan ajang publikasi di Instastory akan memberikan promosi secara tidak langsung bagi acara tersebut maupun sang musisi.

So, jangan mudah menganggap kampungan bahkan menghujat orang-orang yang merekam aksi panggung saat konser. Jika ada yang bilang “buat apa nonton konser malah sibuk sambil ngerekam, bukannya dinikmatin.” langsung aja sodorin video konser kalian kemarin dan bilang “nih liat sendiri bro biar bisa dinikmatin ulang lagi kaya gini, sekarang mana bisa nonton konser lagi, kan?”

So, konser apa yang terakhir kalian tonton? Kangen nonton konser atau temen nonton konsernya, nih?

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.