Bahtera Rumah Tangga Selebriti yang Membuat Kita Mendadak Belajar

Bahtera Rumah Tangga Selebriti Rachel Vennya

Bahtera Rumah Tangga Selebriti yang Membuat Kita Mendadak Belajar

Penulis Dyas BP | Editor Rizaldi Dolly

Ketika seseorang tidak memenuhi kriteria kita, bahkan jauh sekali, maka bukan berarti kita tidak bisa menyukainya. Tanyakanlah ke orang tua kita, nenek-kakek kita, pernikahan mereka langgeng, justru karena tetap menyukai seseorang dengan segala kekurangannya.

Tere Liye

Thexandria.com – Warganet begitu larut dengan pemberitaan seorang selebgram yang sedang dalam proses bercerai. Ialah Rachel Vennya yang mengajukan gugatan perceraian kepada suaminya Niko Al Hakim. Namun, di sini poin pandangan tidak akan mengulas tentang bagaimana kehidupan rumah tangga mereka yang sudah berlangsung sejak 2017 silam. Tentu saja, disclaimer ini penting karena Thexandria sedianya bukanlah sebuah media gosip.

Saya sendiri tidak menjadi salah satu manusia yang mengerti secara mendalam siapa itu Rachel Vennya. Pertama kali mengetahui Rachel Vennya merupakan salah satu publik figur juga karena dia cukup banyak menjadi perbincangan teman-teman di sekitar. Pembicaraan teman-teman di sekitar yang membahas tentang Rachel Vennya yang paling teringat adalah faktor kisah cintanya.

Secara naif, mereka bahkan sudah berani memberikan ‘vonis’ kehidupan rumah tangga sang selebgram pada status “happy ending” saat mereka menikah—well, sesungguhnya itu belum berakhir anak muda, kehidupan setelah pernikahan masih panjang.

Hingga akhirnya, lahirlah pemberitaan terkait perceraiannya yang ternyata begitu ramai di bahas oleh warganet. Khususnya di Twitter, para user menjadikan berita tersebut menjadi sebuah komoditas hangat untuk dibahas. Ada yang menyayangkan hal itu bisa terjadi, bahkan ada yang sangat bersedih akan hal itu. Permasalahan dalam rumah tangga bukan merupakan hal yang tidak mungkin terjadi, sehingga seringkali menjadi dapur pribadi yang ditutup rapat dari orang lain. Ketidakramahan persoalan rumah tangga menjadi hal yang diulang-ulang dibahas tidak hanya dalam satu acara infotainment namun menjadi trending topik di hampir semua media sosial.

Baca Juga Menjadi Saksi Hidup Bagi Televisi yang Semakin Lekang

Paling menarik adalah ketika banyak user juga mendadak menjadi ‘pakar pernikahan’ untuk kasus Rachel Vennya ini. Perkara itu juga menjadi sebab musabab hampir sebagian besar warganet mendadak belajar secara massal—hingga lahir lah sebuah adagium yang sangat amat bijaksana, “Dari Rachel Vennya kita belajar…”. Tak apa jika setiap peristiwa duka seperti perceraian mampu memberikan kita sebuah pelajaran, meskipun hanya sebesar biji kenari.

Namun, rasanya akan menjadi bias jika kita menjadikan seorang Rachel Vennya sebagai barometer tunggal kehidupan rumah tangga yang ideal. Kita tidak sedang dibuai oleh dongeng seperti Cinderella, kemudian berharap hal sama terjadi pada kita yang menjadikan itu utopis.

Cuitan warganet perihal prahara rumah tangga selebritis.

Dan juga, yang membuat cukup heran adalah adalah mengapa warganet kita mendadak kaget dengan pemberitaan itu. Apakah warta yang berkenaan dengan perceraian seorang selebriti beserta drama-nya ini adalah yang pertama? Jelas tidak. Tentu saja saya tidak akan mengaburkan satu fakta besar di sini: dunia infotainment merupakan jelmaan panggung catwalk bagi para artis yang sedang berjalan dalam dunia keartisannya, dan untuk menjaga stabilitas hingga popularitas mereka.

Karena pada dasarnya fenomena itu justru wajib diberi cetak tebal dan menjadi sebuah klausul yang rigid. Berbagai hal yang berkaitan dengan selebritis menjadi komoditas layak jual dari hanya untuk hiburan penonton hingga menjadi obrolan ringan untuk menambah seru situasi ngerumpik.

Persoalan rumah tangga dalam kemasan infotainment dapat dikategorikan sebagai tontonan media bagi masyarakat (media spectacle). Kompleksitas permasalahan rumah tangga menjadi hal yang menarik untuk disajikan karena dinilai akan selalu mengundang keingintahuan penonton sebagai fans selebriti tertentu. Hal-hal yang kontroversial dan sensasional membuat khalayak terhenyak bahwa inilah realitas semu yang diciptakan oleh infotainment demi keberlangsungan hidup media tersebut—itu kuncinya.

Lalu, mengapa kita hanya belajar dari seorang Rachel Vennya, Gisella Anastasia, atau selebritas lainnya? Apakah kehidupan seorang selebriti menjadi pakem untuk kehidupan yang komplet? Selebriti juga manusia, kok. Jika kepala kita tidak ‘mendangak’ terus ke atas dan mau untuk menoleh ke kanan atau ke kiri masih banyak yang bisa kita jadikan pelajaran untuk urusan rumah tangga. Sehingga, saat kita menoleh dalam radius yang masih bisa dijangkau, kita akan melihat kakek-nenek, ayah-ibu dan orang di sekitar yang memberi stimulus kita untuk sekadar bertanya dalam hati “Bagaimana bisa ibu bisa bertahan dengan ayah selama 30 tahun, ya?” atau “Apa yang bisa saya teladani dari kakek yang mampu menemani nenek hingga akhir hayatnya?”. Sedekat itu dan sekali lagi, kita harus mau menoleh lebih dekat ke sekitar kita.

Baca Juga: Panduan Memahami Hukuman Kebiri Kimia di Indonesia

Sesungguhnya pembelajaran perihal perkawinan tidak hanya bisa kita dapatkan dari manusia saja. Bisa menjadi pelajaran adalah perceraian hidup dari sepasang kuda laut. Kenapa? Dari banyak sumber menyebutkan hewan satu ini merupakan salah satu spesies yang sangat setia kepada pasangannya. Sehingga, akan membuat kita bertanya-tanya apabila sepasang kuda laut bercerai dalam keadaan hidup: “Dari kuda laut kita bisa belajar…” sambil ngulik jurnal ilmiah.

Semangat belajar terus ya, bun.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.