Bagaimana Otak Kita Memainkan Trik pada Diri Sendiri

Bagaimana Otak Kita Memainkan Trik pada Diri Sendirii

Bagaimana Otak Kita Memainkan Trik pada Diri Sendiri

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Rizaldi Dolly

Terkadang brain drain adalah masalah

Thexandria.com – Otak kita adalah hal yang menakjubkan, tetapi tentunya tidak sempurna. Terkadang ia melupakan detail penting, seperti janji temu dengan dokter gigi yang lewat waktu atau pertemuan dengan klien. Atau mungkin gagal untuk memperhatikan hal-hal penting di lingkungan kita, membuat kita melakukan kesalahan yang dapat menyebabkan kita terluka, menempatkan diri kita pada risiko penyakit, atau sekadar mengganggu. Jika kita pernah lupa mencatat di mana kita memarkir mobil/motor dan menghabiskan waktu yang terasa seperti berkeliaran selamanya untuk mencarinya, kita tahu bagaimana kelanjutannya.

Kita mungkin cenderung menganggap kesalahan semacam ini sebagai kesalahan sederhana atau menyalahkannya pada hal-hal seperti stres atau kurangnya waktu. Faktanya adalah, bagaimanapun, terkadang brain drain adalah masalahnya. Dan itu tidak bisa dihindari. Namun, memahami bagaimana hal itu bisa terjadi dapat membantu kita menghadapinya.

Pikiran Kita Suka Mengambil Jalan Pintas

Salah satu kekurangan terbesar dari otak kita adalah terkadang hanya sekadar malas. Saat mencoba memecahkan masalah atau membuat keputusan, pikiran kita sering kali kembali pada aturan praktis atau solusi yang telah berhasil dengan baik di masa lalu. Dalam banyak kasus, ini adalah pendekatan yang berguna dan efektif. Menggunakan pintasan memungkinkan kita membuat keputusan dengan cepat tanpa harus susah payah memilah-milah setiap solusi yang mungkin. Tetapi terkadang jalan pintas mental ini, yang dikenal sebagai heuristik, dapat membuat kita tersandung dan menyebabkan kesalahan.

Baca Juga Perasaan Bersalah (Feeling Guilty) yang Ternyata Sangat Wajar

Misalnya, kita mungkin merasa takut terbang dengan pesawat karena kita dapat langsung memikirkan beberapa kecelakaan pesawat yang tragis dan terkenal. Pada kenyataannya, bepergian melalui udara sebenarnya jauh lebih aman daripada bepergian dengan mobil, tetapi karena otak kita menggunakan jalan pintas mental yang dikenal sebagai heuristik ketersediaan. Kita tertipu untuk percaya bahwa terbang jauh lebih berbahaya daripada yang sebenarnya. Mengetahui hal ini tidak akan membuat kita lebih aman, tetapi itu pasti membuat kita lebih waras selama penerbangan.

Pikiran Kita Terombang-ambing oleh Bias Tersembunyi

Ini adalah predisposisi yang dapat memengaruhi cara kita memandang orang (seperti efek halo), cara kita memandang peristiwa (bias tinjau balik), dan aspek situasi apa yang kita perhatikan saat membuat keputusan (bias atribusi).

Yang lain adalah bias konfirmasi, yang dapat membuat kita lebih menekankan atau bahkan mencari hal-hal yang mengkonfirmasi apa yang sudah kita percayai sementara pada saat yang sama mengabaikan apa pun yang bertentangan dengan ide kita yang sudah ada.

Bias kognitif seperti itu dapat mencegah kita berpikir jernih dan membuat keputusan yang akurat—tentang keuangan kita, kesehatan kita, dan bahkan cara kita berinteraksi di dunia.

Otak Kita Suka Memainkan Permainan Menyalahkan

Ketika sesuatu yang buruk terjadi, wajar saja untuk mencari sesuatu untuk disalahkan. Kadang-kadang, kita memutarbalikkan kenyataan untuk melindungi harga diri kita sendiri. Dengan kata lain, kita mungkin telah mengacau tetapi tidak ingin bertanggung jawab untuk itu.

rusakin stick xbox
gambar ilustrasi – rusakin stick

Misalnya, ketika kita bermain video game, atau katakanlah PES, saat kalah, kita kemudian menyalahkannya pada stick, dan beranggapan bahwa stick yang kita pakai rusak.

Mengapa kita terlibat dalam permainan menyalahkan ini? Peneliti percaya bahwa banyak dari bias atribusi kita berfungsi sebagai cara untuk melindungi harga diri kita dan menjaga kita dari rasa takut gagal.

Menurut cara berpikir ini, hal-hal buruk terjadi pada kita karena hal-hal di luar kendali kita. Di sisi lain—keberhasilan kita adalah hasil dari sifat, keterampilan, upaya, dan karakteristik internal kita lainnya.

Otak Kita Bisa Buta terhadap Perubahan

Ada begitu banyak hal yang terjadi di dunia pada saat tertentu sehingga sulit bagi otak untuk memahami setiap detailnya. Akibatnya, terkadang sulit untuk sepenuhnya melewatkan perubahan besar yang terjadi tepat di depan mata kita. Ini disebut kebutaan perubahan. Dalam penelitian, ketika mitra percakapan ditukar selama gangguan singkat, sebagian besar orang bahkan tidak memperhatikan perubahan tersebut.

Peneliti berpikir beberapa hal mungkin terjadi ketika hal semacam ini terjadi. Jika kita sibuk berkonsentrasi pada satu hal, kita hanya perlu mengabaikan sejumlah besar informasi lain yang tidak dapat ditangani otak Anda pada saat itu.

Harapan juga bisa memainkan peran penting. Apakah kita berharap seseorang tiba-tiba berubah menjadi orang lain saat kita berbicara dengannya? Tentu saja tidak—jadi tidak mengherankan jika kita mungkin melewatkan perubahan besar dalam situasi atau lingkungan kita sendiri.

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.