Atlesta Mencoba Melazimkan Kehilangan Lewat Single “Essential Love”

Atlesta Mencoba Melazimkan Kehilangan Lewat Single “Essential Love”

Penulis Dyas BP | Editor Rizaldi Dolly

Awal karir bermusik Fifan Christa atau dikenal dengan Atlesta erat melekat dengan karyanya yang memuat lirik-lirik bermakna ‘seronok’. Seolah ingin mengilhami dinamika kehidupan yang lebih dalam, Atlesta kini perlahan menjauhi ingar-bingar party, champagne, dan cinta satu purnama. Hingga akhirnya Atlesta berupaya ‘menunggangi’ karya-karya dengan substansi perjalanan hidup; perkara cinta, keterasingan, pengharapan, termasuk kali ini, sebuah kehilangan.

Perdamaian dengan segala konsensus diri tersebut yang kemudian melahirkan sebuah single terbaru Atlesta berjudul “Essential Love”. Single terbaru yang masih segar dan rilis pada Jumat (26/6) ini sedianya sudah tercipta sejak tahun 2016 tetapi sangat disayangkan harus ‘mangkrak dan berdebu’ di dalam folder. Empat tahun berselang, Fifan kembali menggarap draft lagu tersebut dengan komposisi musiknya yang konsisten dan konsentris. Waktu terus berlalu disertai kondisi yang turut tak menentu menjadikan pemaknaan lagu ini awalnya fluktuatif. Peresapan makna ke dalam lagu ini bisa semakin mendalam melalui tendensi self-blaming yang dilakukan.

And it turn, lagu ini malah relate banget sama kondisi yang terjadi dewasa ini.

Sepemahaman penulis mengenai lirik yang diciptakan, lagu ini menciptakan sebuah kondisi yang ‘gamang’. Dimana cinta yang diarungi oleh kedua insan merupakan sebuah cinta yang syarat akan keretakan di dalamnya. Seseorang yang dicintai dalam hidup kita kelak nantinya akan hilang, ntah akan kembali lagi atau ia akan pergi selamanya. Kedua insan ini hanya perlu duduk sebentar, bersua membahas bagaimana cinta yang sebenarnya harus mereka miliki—mencari kepingan satu sama lain, menghadirkan cahaya dalam gulita hati masing-masing.

Balada tersebut yang kemudian menampilkan hubungan keduanya bak teatrikal drama yang indah di pandang. Namun, apa yang nampak bukanlah apa yang sebenarnya terjadi. Mencari kepingan satu-sama-lain merupakan sebuah keretakan yang terinternalisasi begitu rapi-nya. Ibarat perjudian, mencari kepingan ini memunculkan dua kemungkinan, menemukan hal baik atau hal buruk. Jika menemukan hal buruk atau tak menemukan pun, akan sangat memungkinan bagaimana kita harus sebegitu legowo-nya menerima sebuah kehilangan—sesuatu yang ingin disampaikan dalam lirik-lirik “Essential Love”.

Baca Juga: Dibawa Kesana Kemari oleh ‘Notes on a Conditional Form’ The 1975

Mendengar komposisi instrumen yang mengisi lagu ini, tidak ada reduksi besar-besaran dari ciri khas Atlesta. Nuansa RnB/Soul mampu melebur dengan konsitensi instrumen electronical-nya. Suara khas Fifan yang lembut menambah suasana romansa dalam lagu ini yang sangat tepat jika didengarkan dengan saksama. Seperti yang dikatakan sebelumnya, lagu ini cukup relate dengan kondisi saat ini.

Dimensi percintaan masa kini yang kian rumit menjadikan “Essential Love” sebagai bahan refleksi bagi kalian di luar sana. Mulai dari toxic relationship, cinta beda agama hingga cinta bertepuk sebelah tangan, dirasa akan nge-blend dengan single terbaru dari Atlesta ini. Intinya adalah, kita harus terbiasa legawa dengan sebuah ‘kehilangan’ agar tak tenggelam terlalu dalam.

Atlesta – Essential Love

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.