Apa yang Kita haha-hihi-kan Sebelumnya, Soal Indonesia “Kebal” dari Corona Akhirnya Kejadian; Dua WNI Positif Corona

Indonesia corona

Apa yang Kita haha-hihi-kan Sebelumnya, Soal Indonesia “Kebal” dari Corona Akhirnya Kejadian; Dua WNI Positif Corona

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Rizaldi Dolly

Kemarin kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo memberikan sebuah pengumuman di Istana Negara bersama dengan Menteri Kesehatan dr Terawan, terkait penyebaran virus corona.

Akhirnya, apa yang dicurigai oleh WHO dan apa yang dibercandain oleh masyarakat kita kejadian. Jokowi mengumumkan bahwa dua orang WNI di Depok, positif terpapar virus corona.

Publik terhenyak sesaat, beberapa pihak menyebut pemerintah masih terkesan tertutup, netizen Indonesia yang kemarin menertawakan soal kenapa corona belum masuk Indonesia tersedak oleh meme, dan mungkin, WHO yang sambil kesel, bilang, “tuhkan! Apa gue bilang!”.

Berdasarkan kronologinya, presiden menjelaskan bahwa dua WNI tertular Corona oleh warga negara Jepang yang sempat ke Indonesia sebelum tinggal di Malaysia. Dua orang warga negara Jepang tersebut melakukan interaksi langsung dengan dua WNI pada saat melakukan dansa.

Pemprov DKI dan Jabar segera mengumumkan bahwa daerahnya siaga 1. Kemenkes berencana akan menggandeng Kementrian Pertahanan untuk menanggulangi wabah corona, dengan memanfaatkan Military resources, seperti yang dilakukan oleh negara-negara lain.

Tiga hari sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan kesiagaan level risiko penularan dan risiko dampak dari virus corona (COVID-19) untuk skala global dari tinggi menjadi sangat tinggi.

WHO mengambil keputusan setelah mencermati realitas global, dimana dampak corona tak hanya terkonsentrasi di China, namun mewabah pada tahap mengkhawatirkan di Korea Selatan, Iran, dan juga Italia.

Wakil Presiden Iran, dikabarkan telah terjangkit, beberapa kota besar di Korea Selatan menjurus menjadi “kota hantu”.

WHO meminta negara-negara segera mengambil tindakan agresif menyikapi datangnya wabah virus corona.

Pemerintah Indonesia mengklaim memiliki fasilitas-fasilitas kesehatan berstandar WHO dan siap menghadapi corona.

Sebelumnya, pada waktu corona belum masuk ke Indonesia, WHO mengaku heran, yang kemudian segera ditanggapi dengan khas oleh masyarakat Indonesia, meme bertebaran, beberapa pejabat tinggi menggunakan dalih agama untuk dijadikan pembenaran seolah Indonesia memang “kebal” terhadap corona.

Padahal, kecurigaan WHO sangat masuk akal. Melihat peta georgrafis penyebarannya, corona telah sampai ke negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Selain itu, arus penerbangan keluar-masuk Indonesia dari dan ke, negara-negara yang tertular corona–kecuali China, juga masih sangat tinggi. Sehingga, perkiraan datangnya corona ke Indonesia sebenarnya hanya tinggal menunggu waktu.

Beberapa masyarakat Indonesia yang sebelumnya mengaku “cukup santai”, juga mendadak menjadi paranoid akut. Di kota-kota besar khususnya DKI Jakarta, terpantau membludaknya masyarakat yang berbelanja masker, beras, dan juga mie instan–yang apabila dibiarkan, dapat menimbulkan kelangkaan pangan dan ujung-ujungnya dapat terjadi ketidakstabilan ekonomi, dimana harga-harga kebutuhan dapat menjadi sangat tinggi.

Statement yang diberikan oleh Menkes Terawan, sebenarnya adalah hal benar–walaupun beberapa diantaranya terdengar nyeleneh. Benar yang kami maksud, seperti apa yang dikatakannya soal masker, belilah jika sedang sakit, flu dsb, yang tidak sakit, beli secukupnya.

Baca Juga: Gak Perlu Kuliah Hukum untuk Mengetahui Omnibus Law Adalah Produk Hukum yang Cacad

Karena bila masyarakat serentak mendadak gagap dan paranoid, kelangkaan kebutuhan yang kami sebutkan diatas mungkin saja dapat terjadi dalam waktu dekat, terlebih lagi, dikhawatirkan adanya oknum-oknum yang memancing di air keruh, menimbun untuk merusak harga pasar.

Selain itu, pemerintah diharapkan dapat menggalakan program sosialisasi langsung maupun lewat sosial media, terkait upaya pencegahan dan gejala-gejala virus corona, agar siapapun yang merasa tubuhnya tidak fit, dapat segera memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, bukan cuma rebahan, kerokan, dan menganggap hanya terserang flu biasa. Karena memang, gejala-gejala corona sangat mirip dengan flu biasa, hanya saja diiringi juga oleh gejala sesak nafas.

Sebab penyebaran corona juga telah menjadi wabah global, saling tukar informasi dan koordinasi antar negara yang terjangkit serta dukungan penuh negara-negara yang lain juga mutlak dilakukan, baik dalam skala terbatas, atau skala yang lebih luas.

Walaupun dunia sekilas terdengar mencekam, namun bukan berarti dunia saat ini kalah menghadapi virus corona. Banyak juga diantaranya, yang berhasil sembuh, meski kita tidak bisa menggunakannya sebagai rasio perbandingan. Stay safe, everyone!

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.