Andai Saya Menjadi Djoko Tjandra

Djoko Tjandra Sulam Alis

Andai Saya Menjadi Djoko Tjandra

Penulis Rizaldi Dolly | Editor Dyas BP

Susan, Susan, Susan, besok gedhe mau jadi apah?

Mau jadi Djoko Tjandra, agar bisa keliling dunia~

Menyadur lirik lagu anak: Susan Punya Cita-cita

Thexandria.com – Seorang buronan korupsi pengalihan hak tagih (Cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra, membuat publik Indonesia menggaruk kepala yang tak gatal. Terheran-heran.

Buron/kabur keluar negeri sejak tahun 2009, Djoko Tjandra, bagai lenyap dari muka bumi. Aparat penegak hukum—selama itu pula tak mampu menangkap dan mengekstradisi Djoko Tjandra ke Indonesia, menghadapkannya kembali pada vonis hukuman yang Cuma 2 tahun.

Belakangan, Djoko Tjandra diketahui mendapatkan paspor Papua Nugini alias jadi warganegara asing. Ah, sangat disayangkan, kenapa harus memilih Papua Nugini? bukan Belanda (misalnya), lho, kenapa Belanda? Karena di Belanda, om Djoko pasti bisa lebih chillsmoke weed. Legal.

Djoko Tjandra disebut-sebut sebagai sosok koruptor yang licin seperti belut. Tapi sepertinya kita lupa, belut, sebetulnya tak hanya licin, ada juga lho jenis belut yang selain licin, bisa nyetrum.

Saking licinnya, Djoko Tjandra mampu masuk ke Indonesia, tanpa terdeteksi! Entah benar tanpa terdeteksi, atau sengaja tidak dideteksi. Atau mungkin dia ada sangkut pautnya dengan beberapa project masa depan yang mampu menembus ruang dan waktu dengan peralatan futuristik?

Oiya, Djoko Tjandra bukan juga seorang aktivis yang kerap menghilang tanpa jejak, kan?—taktik permainan yang cukup bersih, Ferguso. Menilik usianya yang tak lagi muda, Djoko juga pasti tidak sedang coba-coba sama teknik ‘ghosting’ yang banyak digunakan anak muda zaman sekarang.

Kemudian di sinilah saya mulai berpikir, ‘andai saya menjadi Djoko Tjandra’. Ketika Djoko Tjandra masuk ke Indonesia, ia mengajukan Pengajuan Kembali (PK) kasus yang korupsi yang menimpanya, tentu, untuk bisa melakukannya, Djoko Tjandra memenuhi persyaratan administratif. And guess what? he did it! Djoko Tjandra membuat E-KTP dalam waktu hanya satu hari.

Saya dan mungkin masyarakat yang lain, mungkin saja merasakan ketika membuat E-KTP, tak langsung jadi, karena kehabisan blangko. Menunggu selama beberapa minggu, bahkan berbulan-bulan. Saya ‘kebetulan’ yang menunggu berbulan-bulan. Malang tak boleh ditolak, mujur tak bisa diraih. Nelangsa.

Andai saya Djoko Tjandra, pastilah hal ini tak akan menimpa saya. Andai saya menjadi Djoko Tjandra, tentu tak ada alasan ‘kehabisan blangko’, andai saya Djoko Tjandra, E-KTP saya akan langsung jadi hari itu juga.

Bila Djoko Tjandra disebut seperti belut yang licin, maka ‘setrumannya’ mengenai hukum Indonesia. Buat saya, ‘setruman’ Djoko Tjandra lebih dari itu. Djoko Tjandra membuat saya envy alias iri alias dengki karena betapa mudah dan cepatnya ia membuat E-KTP. Beliau buronan, saya bukan. Beliau satu hari, saya berbulan-bulan. What a comedy.

Pesona Pria Beralis Tebal

Setelah berhasil meredam ke-iri-an saya terhadap perbandingan estimasi pembuatan E-KTP antara saya dan Djoko Tjandra.

Rupanya angan-angan ‘Andai Saya Djoko Tjandra’ yang termaktub dalam tulisan ini belum usai juga. Sialan.

Orang Ketawa2
Foto hanya ilustrasi

Pasca keberhasilan Polri menangkap Djoko Tjandra—yang juga menyelamatkan wajah institusi Polri sebab terkuaknya keterlibatan tiga perwira tinggi Kepolisian yang diduga terlibat dalam pelarian Djoko Tjandra.

Djoko Tjandra dalam siaran tertangkapnya, nampak ‘fresh’ dengan alis tebalnya. Jujur, Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang memimpin langsung penangkapan sampai-sampai terlihat kalah ‘keren’ dari orang yang ditangkapnya.

Apalagi saya, sudah alis saya tidak tebal, saya cuma jelata yang mengabadikan hidup untuk menulis. Kalah jauh. Alis tipis, dompet pun tipis.

Andai saya Djoko Tjandra, tentu alis saya akan terlihat keren dan tebal, pesona saya akan bertambah. Oiya, saya tidak sedang body shaming loh, ya! Saya hanya sangat kagum pada Djoko Tjandra. Entah berapa kali saya menulis nama Djoko Tjandra di artikel ini, begitulah kagum secara harfiah-nya.

Baca Juga: Kenapa Kita Harus Bersyukur Superhero DC & Marvel Bukan dari Indonesia

Melansir livescience.com, pria yang memiliki alis tebal, memiliki daya tarik yang kuat daripada pria yang alisnya tipis. Dan atas kemajuan zaman, sekarang ada yang namanya sulam alis, bagi mereka yang menginginkan alisnya terlihat tebal. Siapa sangka, Djoko Tjandra melakukannya.

Apa iya alis tebalnya mengandung muatan mantra sakti mandra guna juga? Teringat terakhir pria beralis tebal yang mampu melintasi dunia dengan kekuatannya adalah sosok Sai Baba. FYI, Sai Baba merupakan salah satu orang sakti yang bermukim di India dan ditengarai sebagai salah satu Dajjal kecil menjelang hari kiamat. Meskipun akhirnya ia wafat juga meninggalkan ribuan pengikutnya.

Meskipun ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “pria tidak menghindari masalah, tetapi menghadapi masalah”, Djoko Tjandra tetaplah Djoko Tjandra. Jadi, nggak salah kan kalau saya berandai-andai menjadi Djoko Tjandra; Alis tebal, dompet tebal, imunitas hukum kebal—WOI, UDAH KETANGKEP, CUK! [ditoyor pak Polisi]

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.