Analog Ketjil, Potret, dan Cerita

Analog Ketjil, Potret, dan Cerita

Thexandria.com – Analog Ketjil, Potret, dan Cerita

Penulis Suci Jayanti Tadjri | Editor Rizaldi Dolly

Melihat, menangkap, dan mengingat—sejak kapan saya mulai mengaplikasikan ini ke dalam sebuah gambar, ya? Mungkin terhitung sejak setahun yang lalu—saat saya mendapatkan kado ulang tahun dari seseorang yang sangat berarti. Kamera analog kecil berbentuk segi panjang yang sejak saat itu menemani kemana pun saya pergi.

Tiga tahun terakhir ini analog fotografi mulai naik lagi. Dilihat dari maraknya penjual roll film dan kamera analog bekas layak pakai di situs-situs online—membuat saya tertarik untuk mencoba, meskipun bisa dibilang “perintilan-perintilan” hobi ini tidaklah murah.

Roll film yang sudah tidak tersedia di tempat cuci foto dan tempat cuci roll film yang kebanyakan sudah tidak beroperasi di kota-kota kecil juga membuat saya merogoh kocek lebih untuk mengirimnya ke Jakarta atau Bandung. Ugh! But it’s ok, tho.

Awalnya, saya bingung ingin digunakan untuk apa kamera analog ini—maksud saya, apakah akan saya fokuskan pada pemandangan alam, gedung-gedung bertingkat, hewan, atau tidak saya gunakan sama sekali? Jadi pajangan?

Kemudian, saya teringat satu pesan dari seseorang yang memberi saya kamera analog ini, “Go out and have some fun with the universe.” tulisnya di secarik kartu ucapan berwarna hijau.

“Will do, babe, will do.”

Sejak itu, saya mulai memberanikan diri kesana kemari mencari objek jepretan untuk roll film pertama saya, saya memakai Kodak pada saat itu. Mulai dari dedaunan, kapal, kucing, gedung-gedung tua, pasar, hingga pemandangan jembatan di Tenggarong.

Pokoknya kalau ada yang menarik, saya jepret saja tanpa memikirkan apakah hasil jepretan itu akan bagus atau tidak. Namun, setelah hasilnya keluar, saya sedikit menyesalinya—ya, karena saya yang tidak stabil, ceroboh dan tidak aware pada saat mengambil gambar. “Kebiasaan..” Tapi, dari situ juga saya belajar banyak how to do this and that, passionately. At least, I’ve tried to.

Jika saya dilempar satu pertanyaan, apa yang membuat saya jatuh cinta? Saya akan menjawab “Manusia.” Saya jatuh cinta pada manusia—pada senyum yang mereka tebar, pada aktifitas yang mereka lakukan, pada setiap tetes peluh yang jatuh di kening mereka, pada setiap tangis yang mereka tumpahkan ketika berbicara di depan saya.

Tidak, saya tidak akan mengambil gambar ketika mereka menangis, lebih tepatnya saya akan mendengarkan—setelah itu mengambil gambar jika diperbolehkan. Ah, sejatuh cinta itu, hingga saya akan gregetan kalau kamera tidak ada di saku meskipun bisa-bisa saja mengambil gambar dengan ponsel saya.

Kemudian, saya memutuskan untuk membuat akun Instagram khusus jepretan berisi orang-orang yang saya temui. Sekaligus membuat saya belajar untuk peka akan sekitar dan mendengarkan cerita-cerita mereka—membuat saya semakin mencintai hobi ini dan tentu saja mengenal lebih dalam orang-orang yang saya temui. Seperti penggalan kalimat awal yang saya tulis di atas; “Melihat, menangkap, dan mengingat.”

Baca Juga: Memori Tentang Melengkapi, Sebuah Imajinasi Yang Terealisasi

Melihat lalu mendengarkan dengan saksama, menangkap senyum, gelak tawa, aktifitas-aktifitas, merekam ocehan-ocehan yang sekiranya bisa untuk dikenang sebagai pengingat bahwa kita—kamu dan aku pernah berbagi cerita di suatu tempat—rebahan, makan siang, ngopi, atau bahkan menikmati konser bersama.

Mungkin juga suatu saat, jika ingin kembali ke waktu tertentu, silakan obrak-abrik saja akun Instagram saya, @analog.ketjil. Dengan kesederhanaan jepretan yang mampu saya ambil—saya menyimpan banyak kisah yang bisa kita kenang, sambil ngopi dan makan pisang goreng di sore hari bersama orang terkasih, mungkin? Atau sendirian juga tidak masalah. Sampai kita bertemu lagi, ya, hobi ini membuat saya ingin bertemu jutaan manusia lainnya.

“I hope you’re doing well, because—I’m having so much fun with the universe now.” – Ketjil

Sumber Foto: Zain Sinjay

Share Artikel:

2 thoughts on “Analog Ketjil, Potret, dan Cerita

Leave a Reply

Your email address will not be published.