7 Kebiasaan dari Stephen R. Covey untuk Self Improvement Kita Semua

7 Kebiasaan dari Stephen R Covey untuk Self Improvement Kita Semua

7 Kebiasaan dari Stephen R. Covey untuk Self Improvement Kita Semua

7 bidadari udah biasa, 7 kebiasaan baik dong.

Penulis Adi Perdiana | Editor Rizaldi Dolly

Hallo para pejuang! Sadarilah jika kita semua, adalah seorang “petarung” di kehidupan masing-masing. Sadarilah jika tiap inci realitas yang menerpa kita, adalah benturan-benturan dari ekspektasi, angan-angan, dan p-e-r-j-u-a-n-g-a-n.

Di kata terakhir, merupakan satu point penting dari kehidupan kita. Perjuangan, adalah satu titik, dimana setiap makhluk harus menanamkan dan mengimplementasikan di tiap sendi kehidupan.

Dan yang menjadi akar permasalahan, adalah keraguan dan ketakutan yang berselingan dengan perjuangan itu sendiri. Yang membuat kita terkadang merasa insecure, takut berlebihan, khawatir, dan perihal-perihal negatif lainnya, begitupun saya, selayaknya kalian, saya juga kerap kali merasa down di titik-titik tertentu.

Untuk itu, saya akan coba membagi pikiran dan kebiasaan-kebiasaan positif yang konsen kepada self improvement.

Apakah kamu tidak asing jika mendengar nama Stephen R. Covey?

Jika iya mungkin kamu pernah membaca sebuah bukunya yang sangat fenomenal dengan judul The Seven Habits of Highly Effective People.

Bagaimana tidak, karya bukunya yang ini telah terjual lebih dari 25 juta eksemplar sejak diterbitkan pertama kali pada tahun 1989.

Dengan melihat tahun diterbitkannya saja, buku tersebut memang terpaut waktu yang cukup lama dengan zaman sekarang.

Saya sering bertanya-tanya apakah paparan yang dijelaskan dalam buku The Seven Habits of Highly Effective People masih relate untuk digunakan?

Oke, sebelum kita masuk ke dalam inti tulisan, sebelumnya mari kita “berkenalan” dengan 7 kebiasaan yang dimaksud oleh Stephen R. Covey.

Di dalam bukunya, ia menerangkan tentang 7 kebiasaan yang dilakukan untuk menjadi seorang pribadi yang lebih produktif dan efektif serta berpengaruh bagi lingkungan sekitarnya.

Berikut ini 7 kebiasaan dari The Seven Habits of Highly Effective People di antaranya adalah.

1. Jadilah Proaktif

Mulai dengan inisiatif dalam bertindak. Kemudahan mendapat informasi di era millenial, sering kali menjadikan kita terlena dan tanpa sadar kita hanya menjadi seorang penonton dalam setiap kesempatan emas. Sangat disayangkan bahwa banyak sekali kesempatan yang harusnya dapat menjadikan kita berkembang malah terlewat dan pergi jauh entah kemana rimbanya.

Sebaiknya kita mencoba berinisiatif dengan menjadi seorang yang beraksi. Dengan mudahnya akses informasi seharusnya kita bisa semakin semangat untuk melakukan sesuatu agar tidak tertinggal.

Menjadi proaktif itu cukup sulit, namun begitu keran proaktif itu dibuka, maka percayalah. Kamu akan menjadi seorang yang memberikan dampak besar di lingkunganmu, di organisasi, di komunitas, di masyarakat.

Maka mulailah dengan segera, berhenti terlena dan terlalu kompromi dengan kemalasan. Bergegaslah. “Revolusi” bisa kita mulai dari diri kita sendiri.

2. Mulailah Dengan Tujuan Akhir

Di luar sana banyak orang beralu-lalang kesana-kemari dengan segala kesibukannya. Terkadang kita merasa bingung dengan apa sih yang ingin dicapai dengan segala kesibukan yang telah kita lakukan. Sementara ada juga yang bingung tapi tak tau pasti apa yang dibingungkan. Nah, loh!

Selain itu, di luar sana juga ada banyak sekali orang yang bergerak untuk mencapai tujuannya. Mereka memiliki pandangan yang jelas akan kemana arah hidupnya.

Dengan memanfaatkan arus informasi yang tinggi di era sekarang, kita bisa melakukan percepatan terhadap target tujuan. Tak menjadi soal bersikeras terhadap tujuan, namun tetaplah fleksibel dengan cara menggapainya. Selalu sesuaikan dengan kadar kemampuan kita. Let it all makes sense.

Tujuan dapat dicapai dengan baik apabila kita memegang nilai-nilai atau prinsip hidup yang sebelumnya sudah atau yang nanti akan kita temukan.

Maka tunggu apa lagi, mari tentukan dan pastikan tujuan serta arah hidupmu!

3. Dahulukan Yang Utama

Di era hyperconnected ini, Generasi millennial dituntut untuk bisa melakukan multitasking. Maka alangkah baiknya jika kemampuan multitasking tersebut juga diimbangi dengan kemampuan untuk memilih prioritas.

Dengan segala rutinitas dan tuntutan yang harus kita dijalani, sebaiknya kita membuat skala prioritas dan mendahulukan mana yang dianggap penting dan mendesak, dan mana yang tidak penting dan tidak mendesak. Lantas kemudian meng-elaborasikan prioritas kita.

Determine wich is your priority, and there is that no doubt in it!

4. Berpikir Menang-menang

Musuh terberat kita adalah diri kita sendiri. Maka lakukanlah kebiasaan-kebiasaan di atas untuk memenangkan pribadi kita terlebih dahulu, baru kemudian bersiap memenangkan publik.

Di era ini terkadang kita juga dituntut untuk dapat ber-kolaborasi, karena semakin kompleksnya masalah yang dihadapi para generasi millennial maka kolaborasi adalah solusi dari masalah itu.

Dan perlu diingat bahwa berpikir menang-menang disini artinya bukan menguntungkan salah satu pihak saja melainkan menguntungkan kedua belah pihak yang terkait. Win-win solution.

5. Berusaha Mengerti Lebih Dahulu, baru Dimengerti

Salah satu dampak buruknya sosial media adalah karena merasa tidak bertemu secara langsung, kadang seseorang dapat berlaku semaunya di sosial media. Kita harus merefleksikan apa yang telah kita lakukan di lingkungan sekitar kita.

Pahamilah dirimu sebagaimana kamu ingin dipahami oleh orang lain. Mengalah-lah dulu dengan egi, untuk kemudian kita dapat mengalahkan tantangan-tantangan kedepan.

Tak ada salahnya, terlihat “bodoh” untuk sesaat, guna mendapatkan pelajaran dari sekitar kita.

Jangan bersikap menjadi individualis dan hanya mementingkan diri sendiri ya, pejuang!

6. Bersinergi

Stephen R. Covey menyarankan untuk membangun kebiasaan bersinergi karena didasari oleh pemahaman bahwa sangat penting untuk bekerja bersama tim dengan berbagai macam latar belakang secara harmonis.Sinergi akan terjadi dengan kolaborasi yang baik. Ia akan menjadikan suatu masalah yang terlihat sulit diselesaikan menjadi jauh lebih mudah karena dikerjakan oleh beberapa pihak dengan sinergi yang kuat. Visi yang sama, orientasi yang sejalan.

Sinergi akan terjadi dengan kolaborasi yang baik. Ia akan menjadikan suatu masalah yang terlihat sulit diselesaikan menjadi jauh lebih mudah karena dikerjakan oleh beberapa pihak dengan sinergi yang kuat. Visi yang sama, orientasi yang sejalan.

Baca Juga: Opini Adalah Kaki dari Sebuah Tindakan

7. Asahlah Gergaji

Jangan pernah merasa puas. Di zaman yang semakin kompetitif ini, setiap orang harus terus belajar dan mengembangkan kemampuannya. Karena jika kita merasa sudah ahli (berpuas diri) dan tidak berusaha berkembang maka cepatnya laju arus teknologi dan ke-dinamis-an zaman akan menjadikan kita tertinggal. Bahkan, terlindas oleh arus itu sendiri.

Upgrade skill dan critical thingking mu!

Nah itu dia 7 kebiasaan yang bisa kita lakukan untuk pengembangan diri kita sendiri. Menurut saya, 7 kebiasaan yang disampaikan oleh Stephen R. Covey akan selalu relate mengingat semakin kompleksnya kehidupan manusia modern ini.

Bagi kalian yang ingin tau penjelasan lengkap dari Stephen R. Covey kalian bisa membaca bukunya yang berjudul The Seven Habits of Highly Effective People, guna mendapatkan informasi secara menyeluruh.

Baiklah, semoga perpaduan kegusaran dan “perjuangan” dari saya bisa bermanfaat.

Jangan menyerah!

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.