3 Keping Dalam Karma

3 Keping Dalam Karma

3 Keping Dalam Karma

Oleh Rizaldi Dolly

Dialog Searah

Ada jejak-jejak yang tertinggal, bersama pelukan yang lepas sejiwa-jiwanya

Untuk apa aku mencintai, sedang lupa rasanya dicintai?

Belum usai ke-iri-an pada kupu-kupu, karna mesti hidup sesaat, tiap detiknya adalah rupa keindahan, adakah ia menyesal? Tidak kekasih, sungguh tidak

Risih aku berteduh disorot lampu jalanan, padahal langit tak sedang mendung, apa guna ini semua? Sederhana kekasih, aku ingin membunuh kenangan bersama angan

Setibanya aku di teras rumah, ketika orang-orang wajar terlelap, aku memunguti sisa-sisa air mata yang menghilang tanpa bekas, kemana perginya sisa air itu kekasih? Ke langit, katamu penuh yakin

Pelan-pelan, Perlahan-lahan

Pagi menunjukan buta

Disela sinaran matahari yang hilang entah kemana

Kita semua sibuk menjadi bara

Padahal api sudah padam sejak laut murka sejadi-jadinya

Apa yang terlihat di timur

Adalah masa kemarin di barat

Terulangnya masa, adalah keniscayaan yang melanggar hakikat kuasa Tuhan

Pelan-pelan, sepucuk surat dalam botol yang dilarutkan seseorang tiba di hilir

Yang ditunggu mengambil, perlahan-lahan menjauh bosan karna menunggu ialah hujan tanpa petir

Tak bertemulah keduanya, yang lain sibuk mengutuk sungai, padahal muaranya mengarah ke mulut masing-masing

Pelan-pelan dan perlahan-lahan

Matilah kita semua karna dibenci keabadian

Demam Masih Mendekam

Tidaklah seorang anak cucu Adam, terkena sebuah duri kemudian ia bersabar, daun layu akan gugur dihembus angin yang pelan

Pada perumpamaan kematian, demam dijadikan gerbang penghantar yang paling dicinta Tuhan

Pantaskah aku meragu? Pada demam yang masih mendekam, dari neraka panas itu ditanamkan

Aku ingat ketika orang-orang tua membicarakan seorang penyair

Rumi di tanduk padang gersang tempat muasalnya para Nabi

Adalah Musa yang perkasa, Isa yang kasihnya menderma, Ahmad yang membelah bulan sampai ke tenggara

Dan demam membawaku sampai dititik ini, melucuti diriku menjadi hamba sahaya, yang tetap hina nan lagi berdosa

Baca Juga: Kumpulan Emosi Tahun Lalu

Share Artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published.